Kinerja Keuangan Pemilik dan Pengelola RS Q32021, RS Mayapada dan RS Bunda, Membaik

331

(Vibiznews – IDX Stocks) – Selama Juli sampai dengan September 2021 (Q3 2021), beberapa perusahaan rumah sakit mengalami perubahan performa apabila dibandingkan dengan Q3 2020. Berikut adalah rinciannya:

• SRAJ – PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk: Laba pengelola jaringan Mayapada Hospital, melesat +291,9% YoY menjadi 67 miliar rupiah pada Q3 2021, berbalik dari rugi 35 miliar rupiah pada Q3 2020. Hal ini didorong oleh kenaikan laba kotor (+104,9%) akibat pertumbuhan pendapatan (+53,3%).

Secara kumulatif hingga September 2021 (9M21), laba juga melesat +327,0% YoY menjadi 222 miliar rupiah, berbalik dari rugi 98 miliar rupiah pada 9M20. Perbaikan kinerja ini didorong oleh kenaikan laba kotor (+156,1%) akibat pertumbuhan pendapatan (+89,8%). Selain itu, beban usaha juga tumbuh moderat (+11,6%).

Emiten pengelola RS ini, memberikan pinjaman kepada anak usaha dengan total pinjaman sebesar Rp1,4 triliun.
Berdasarkan informasi melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Minggu(14/11), dana pinjaman itu akan digunakan untuk ekspansi, membangun rumah sakit, peralatan, pembelian asset seperti tanah dan kebutuan lain.

Akhir pekan kemarin, Jumat (14/01) saham SRAJ ditutup anjlok 4% atau 12 poin ke level 288 dan untuk dua pekan pertama dalam tahun baru 2022 ini, telah merosot 7.10% atau 22 poin ke harga Rp288 per lembar.

• BMHS – PT Bundamedik Tbk: Laba tumbuh +13,4% YoY pada Q3 2021. Meskipun pendapatan dan laba sebelum pajak masing-masing tumbuh +20,7% dan +34,4%, kenaikan beban pajak penghasilan yang jauh lebih besar (+93,8%) menggerus laba bersih.

Secara kumulatif hingga September 2021 (9M21), laba melesat +189,6% YoY menjadi 192 miliar rupiah. Hal ini didorong oleh kenaikan laba kotor (+89,5%) akibat pertumbuhan pendapatan (+62,7%). Di sisi lain, beban usaha tumbuh lebih moderat (+46,3%).

Pemilik dan pengelola Rumah Sakit Bunda Group melebarkan sayap ke wilayah Palembang dnegan melakukan akuisisi PT Pintu Ilmu, pemilik dan pengelola Rumah Sakit Ibu dan Anak Azzahra di Palembang.

Presiden Direktur BMHS Mesha Rizal Sini, mengatakan aksi korporasi ini dilakukan dengan melakukan pembelian saham dengan total pembelian saham dan asset senilai Rp53 miliar yang telah ditempatkan dan disetorkan pada Pintu llmu, sehingga BMHS menjadi pengendali penuh atas operasional RSIA Azzahra.

Untuk pergerakan harga saham BMHS, hari Jumat (14/01) ditutup melonjak 5% atau 40 poin ke level 840 dan untuk kinerja dua pekan terakhir, telah menguat 1.20 persen.

Selasti Panjaitan/Vibiznews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here