IHSG Senin Siang Melemah ke Level 6.656; Digerus Profit Taking, Bursa Asia Variatif

455
Vibizmedia Picture

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (17/1) terpantau melemah 37,571 poin (0,56%) ke level 6.655,830 setelah dibuka naik ke level 6.703,991. IHSG di dua zona lalu tergerus profit taking, sementara bursa kawasan Asia siang ini variatif di antara data pertumbuhan ekonomi China 2021 sebesar 8,1% serta Wall Street yang ditutup akhir pekan dalam koreksi.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pagi ini terpantau melemah 0,17% atau 24 poin ke level Rp 14.318, dengan dollar AS di pasar uang Asia merangkak setelah menguat di sesi global sebelumnya; bangkit dari tekanan jual minggu lalu di tengah pasar yang sudah antisipasi akan adanya kenaikan suku bunga the Fed beberapa kali tahun ini. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.294.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 10,590 poin (0,16%) ke level 6.703,991. Sedangkan indeks LQ45 naik 1,451 poin (0,15%) ke level 954,397. Siang ini IHSG melemah 37,571 poin (0,56%) ke level 6.655,830. Sementara LQ45 terlihat turun 0,48% atau 4,529 poin ke level 948,417.

Siang ini sembilan dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor technology yang merosot 1,75%, diikuti sektor transport yang turun 1,23%.
Tercatat sebanyak 215 saham naik, 287 saham turun dan 166 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 793.771 kali transaksi sebanyak 10,232 miliar lembar saham senilai Rp 5,801 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,79%, dan Hang Seng yang turun 0,59%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Berkah Beton (BEBS) -6,86%, Allo Bank (BBHI) -6,64%, Waskita (WSKT) –6,35%, dan Elang Mahkota (EMTK) -4,23%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak di dua zona lalu tergerus profit taking, sementara bursa Asia variatif di antara data pertumbuhan ekonomi China 2021 sebesar 8,1% serta Wall Street yang ditutup terkoreksi. Berikutnya IHSG kemungkinan akan masih di zona merah dengan mengurangi sebagian loss-nya, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 6.738 dan 6.754. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.529, dan bila tembus ke level 6.480.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here