Rekomendasi Minyak 19 Januari 2022: Naik karena Ketegangan Geopolitik Meningkat

353

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex sempat melanjutkan kenaikannya ke $84.70 pada perdagangan sesi Asia Pasifik, sebelum akhirnya terkoreksi turun ke $84.30 pada perdagangan sesi AS.

Harga minyak mentah terdorong naik ke ketinggian selama 7 tahun semalam setelah Uni Emirat Arab diserang oleh serangan drone yang mematikan terhadap ibu kotanya. Sementara kerusakan terbatas, serangan oleh pemberontak Houti dari Yaman yang didukung Iran mengingatkan betapa rentannya para produsen minyak terhadap serangan dari drone.

Perkembangan negatip seperti berita-berita mengenai rilis cadangan minyak mentah yang terkoordinir oleh Cina dan AS ditambah lagi mengenai pulihnya kembali produksi Libya tidak berhasil memukul harga minyak mentah WTI pada hari Senin.

Selain itu Korea Utara juga membuat kegaduhan geopolitik dengan menembakkan uji coba misilnya.

Harga minyak mentah berjangka di Nymex terkoreksi turun dari ketinggian harian dan diperdagangkan di sekitar $84.30 per barel karena menguatnya dollar AS.

Kenaikan yang tajam dari yields obligasi AS menjelang diadakannya pertemuan kebijakan moneter the Fed di FOMC pada minggu depan membantu dollar AS menemukan permintaannya pada awal hari Selasa. Pasar sekarang ini sudah memperhitungkan di dalam harga probabilita lebih dari 90% akan kenaikan tingkat bunga sebanyak 25 basis poin pada bulan Maret.

Yield obligasi 10 tahun AS berada pada teritori positip di atas 1.8% setelah kenaikan ke level tertinggi dalam 2 tahun di 1.85% pada awal hari.

Indeks dollar AS yang sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari 2 bulan di 94.62 pada hari Jumat, naik ke 95.50 selama perdagangan sesi Asia menandakan diperbaharuinya kekuatan dollar AS.

Sentimen bullish di pasar minyak berlanjut dengan OPEC+ tidak memberikan supply yang cukup untuk memenuhi permintaan global yang kuat.

Energy Information Agency AS mengatakan pada minggu lalu bahwa stok minyak mentah AS turun ke level terendah sejak bulan Oktober 2018.

“Support” terdekat menunggu di $84.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $83.56 dan kemudian 83.00. “Resistance” yang terdekat menunggu di $84.61 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $85.56 dan kemudian $87.38.

Ricky Ferlianto/VBN/Managing Partner Vibiz Consulting

Editor: Asido

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here