Bursa Asia Berakhir Mixed Menantikan Pernyataan Kebijakan The Fed

481

Bursa saham Asia berakhir mixed pada hari Rabu, setelah bursa saham AS jatuh semalam dan menantikan pernyataan pertemuan Fed AS Kamis dinihari nanti.

Indeks Hang Seng Hong Kong berakhir naik 0,19% pada 24289.90.

Indeks Hang Seng Tech memangkas beberapa kenaikan sebelumnya, terakhir diperdagangkan 0,79% lebih tinggi.

Sementara itu, pengembang properti Evergrande dilaporkan akan mengadakan panggilan dengan investor bersama dengan penasihat keuangannya pada Rabu malam selama jam Asia, Reuters melaporkan, mengutip sumber. Itu akan menjadi panggilan pertama Evergrande sejak gagal membayar beberapa pembayaran obligasi luar negeri bulan lalu, kata Reuters.

Saham Evergrande terakhir naik 1,72%.

Di tempat lain, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,44% menjadi ditutup pada 27.011,33, sedangkan indeks Topix turun 0,25% menjadi 1.891,85.

Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,41% menjadi ditutup pada 2.709,24.

Pasar di Australia tutup untuk hari libur pada hari Rabu.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional menurunkan perkiraan pertumbuhan global untuk tahun ini karena meningkatnya kasus Covid-19, gangguan rantai pasokan, dan inflasi yang lebih tinggi menghambat pemulihan ekonomi. Dikatakan dalam sebuah laporan yang diterbitkan Selasa bahwa mereka memperkirakan produk domestik bruto global melemah dari 5,9% pada 2021 menjadi 4,4% pada 2022 – dengan angka tahun ini menjadi setengah poin persentase lebih rendah dari perkiraan sebelumnya.

Pasar akan menantikan kesimpulan Fed dari pertemuannya pada hari Rabu, di mana Fed diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan yang menandakan kenaikan suku bunga segera setelah bulan Maret dan mengindikasikan lebih banyak pengetatan kebijakan untuk mengatasi inflasi yang tinggi.

Menjelang pernyataan pertemuan Fed, saham di Amerika Serikat jatuh setelah sesi bergejolak pada hari Senin.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun Selasa, turun 67,77 poin, atau 0,2%, menjadi ditutup pada 34.297,73. Indeks berayun dari defisit hampir 819 poin di posisi terendahnya menjadi reli sekitar 226 poin di level tertinggi selama sesi. S&P 500 turun 1,2% menjadi 4.356,45. Nasdaq Composite yang sarat teknologi turun 2,3% menjadi 13.539,30.

Di tempat lain, ketegangan geopolitik terus mengguncang investor ketika sekutu Barat bersiap jika Rusia memang menyerang Ukraina.

Harga minyak naik lebih dari 2% pada hari Selasa di tengah kekhawatiran bahwa pasokan bisa menjadi ketat karena ketegangan Ukraina-Rusia, di antara faktor lainnya.

Minyak mentah AS turun sedikit menjadi $85,53 selama jam perdagangan Asia, sementara Brent naik 0,17% menjadi $88,35 per barel.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bursa Asia akan mencermati pernyataan kebijakan The Fed pada Kamis dinihari nanti, yang jika mensinyalkan kenaikan suku bunga bulan Maret dan menekan bursa saham Wall Street, maka akan menekan juga bursa Asia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here