Berita Emiten Sepekan: EXCL Akuisisi 66.03% Saham LINK, Laba Bersih BMRI Melesat 184.7 Persen

518

(Vibiznews – IDX Stocks) – Inilah berita emiten paling menarik pekan ini:

• Saham EXCL – PTAxiata Investment Tbk & PT XL Axiata Tbk mengakuisisi 1,8 miliar lembar saham LINK, atau setara dengan 66,03% dari total saham beredar dari Asia Link Dewa Pte. Ltd & PT First Media Tbk (KBLV). Harga transaksi sebesar 4.800 rupiah per lembar saham. Akibat transaksi ini akan dilaksanakan Mandatory Tender Offer (MTO) berdasarkan ketentuan yang berlaku.

• Saham WEGE – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk, anak usaha WIKA menargetkan kontrak baru sebesar 7,1 triliun rupiah tahun ini. Target ini berdasarkan 3,81 triliun rupiah kontrak dari proyek pemerintah, 2,31 triliun rupiah dari kontrak BUMN dan 980 miliar rupiah dari kontrak swasta.

• Saham SMAR – PT Sinar Mas Agro Tbk berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan III tahap III dengan jumlah pokok sebesar 1 triliun rupiah. Obligasi ini sendiri terdiri dari 3 seri, dengan tenor 1 sampai 5 tahun dan bunga 5%-8,25%.

• Saham LPKR – PT Lippo Karawaci Tbk menargetkan prapenjualan sebesar 5,2 triliun rupiah pada tahun 2022. Target ini naik 5% dibanding realisasi tahun lalu sebesar 4,96 triliun rupiah.

Saham BMRI – PT Bank Mandiri Tbk

Selama Q4 2021, Bank Mandiri (BMRI) mengalami peningkatan kinerja jika dibandingkan dengan Q4 2020 (YoY). Laba bersih melesat +184,7% menjadi 8,8 triliun rupiah pada Q4 2021, dibandingkan 3,1 triliun rupiah pada Q4 2020.

Sepanjang tahun 2021 (FY21), kinerja Bank Mandiri juga meningkat dibandingkan tahun 2020 (YoY), yakni sebagai berikut:
• Laba bersih tumbuh +66,8% menjadi 28,0 triliun rupiah, didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih sebesar 73,1 triliun rupiah (+16,9%), pendapatan non-bunga 32,3 triliun rupiah (+9,0%), serta turunnya beban provisi menjadi 19,5 triliun rupiah (-21,4%).
• Jumlah kredit yang disalurkan tumbuh +8,9% menjadi 1.050 triliun rupiah, didorong oleh kredit korporasi (+8,0%) dan pembiayaan yang disalurkan entitas anak (+10,4%) akibat konsolidasi Bank Syariah Indonesia ($BRIS) ke dalam laporan keuangan Bank Mandiri.
• Net Interest Margin (NIM) relatif stabil di 5,09% dibandingkan 5,10% pada 2020.
• Dana pihak ketiga (DPK) mengalami pertumbuhan +12,8% menjadi 1.291 triliun rupiah, didorong oleh kenaikan dana murah (CASA) sebesar +19,8% menjadi 900 triliun rupiah.
• Ini mendorong rasio dana murah (CASA ratio) meningkat menjadi 69,7% dari sebelumnya 65,6% pada 2020.
• Kualitas pinjaman yang diberikan mengalami perbaikan, ditunjukkan oleh rasio kredit bermasalah (NPL gross) yang turun menjadi 2,72% dari 3,10% pada 2020.

Untuk tahun 2022, manajemen Bank Mandiri menargetkan kredit dapat tumbuh di atas 8% (vs. 8,9% pada FY21), dengan NIM tetap stabil di kisaran 5%.

Selasti Panjaitan/Vibiznews

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here