Pada Penutupan Pasar Hari Kamis Harga Soft Commodities Mixed

254

(Vibiznews – Commodity) – Pergerakan pasar untuk Soft Commodities pada hari Kamis 10 Februari 2022, Harga Soft Commodities mixed , Harga kopi Arabika turun dari harga tertinggi 10 ¼ tahun dan harga kopi robusta naik, persediaan kopi di ICE turun, harga gula di New York turun mengikuti turunnya harga minyak mentah, harga kakao naik, angin kering Harmattan mengganggu tanaman kakao sehingga hasil berkurang

Inilah penutupan pasar pada hari Kamis untuk soft commodities :

Kopi

Harga kopi Arabika Maret di ICE New York turun 3.15 sen (1.22%) menjadi $255.20 dan harga kopi Robusta di ICE London naik 0.40%.

Harga kopi mixed pada penutupan pasar hari Kamis, harga kopi Arabika turun dari harga tertingginya 10 ¼ tahun, sedangkan harga kopi Robusta masih di harga tertinggi 4 minggu. Harga kopi Arabika mengalami tekanan setelah Safras & Mercado melaporkan bahwa produsen kopi telah menjual 83% dari hasil panen 2021/22 sampai 8 Februari lebih cepat dari rata-rata 78%.

Gula

Harga gula Maret di ICE New York turun 18 sen (0.97%) menjadi $18.30 dan harga gula Maret di ICE London naik 1.43%.

Harga gula pada penutupan pasar hari Kamis mixed , harga gula London ke harga tertinggi 3 minggu, harga gula di New York pada hari Kamis turun karena mengikuti turunnya harga minyak mentah sehingga menurunkan kenaikan harga pada awal pasar.

Kakao

Harga kakao Maret di ICE New York naik $30 (1.09) menjadi $2,786 per ton dan Harga kakao Maret di ICE London naik 0.67%.

Harga kakao pada penutupan pasar hari Kamis naik dengan harga kakao di New York naik ke harga tertinggi 4 bulan dan harga kakao di London naik ke harga tertinggi 3 ¾ bulan. Harga kakao naik karena angin kering Harmattan melanda Afrika Barat dan kekeringan terjadi di perkebunan kakao sehingga mengganggu tanaman kakao mengakibatkan hasil panen kakao berkurang di Ivory Coast dan Ghana. Petani kakao melaporkan bahwa tanah di perkebunan kakao kelembabannya kurang karena kekeringan akibat angin Harmattan membuat tidak turunnya hujan.

Harga kakao juga naik karena tingkat inflasi AS bulan Januari naik 7.5% dari tahun lalu kenaikan tertinggi selama 40 tahun, sehingga mendorong dilakukan pembelian di pasar komoditas.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting