Kredit Properti Tumbuh 5,4% Januari 2022, SMF Dorong Peningkatan Serapan KPR Subsidi Untuk MBR

463
Sumber: Kemenkeu

(Vibiznews – Economy & Business) – Perbankan terus melakukan penyaluran kredit sektor properti di tahun ketiga pandemi Covid-19. Data Bank Indonesia (BI) mencatatkan penyaluran kredit ke sektor ini meningkat 5,4% year on year (yoy) menjadi Rp 1.116,7 triliun di Januari 2022.

Pencapaian ini lebih tinggi dibandingkan Desember 2021 yang naik 4,8%, yoy terutama pada kredit pemilikan rumah (KPR) atau kredit pemilikan apartemen (KPA) dan kredit Real Estate.

Kredit KPR/KPA tumbuh meningkat 10,1% yoy menjadi Rp 573,7 triliun di Januari 2022. Terutama kredit untuk Pemilikan Rumah Tinggal Tipe 22 hingga 70 di Jawa Timur dan Jawa Barat,” demikian dilansir dari Analisis Uang Beredar BI pada Minggu (13/3). Hal ini menunjukkan kebutuhan akan rumah tinggal meningkat.

Pemerintah memandang perlu memberikan subsidi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)

Pemerintah melalui PT Sarana Multigriya Finansial (SMF), salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, sepanjang tahun 2021, SMF telah berhasil mengalirkan dana pendamping untuk mendukung penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang diberikan Pemerintah sebesar Rp2,25 triliun.

“Seluruh dana tersebut di-blended dengan dana dari penerbitan surat utang, kemudian total dananya seluruhnya digunakan untuk mendukung program KPR FLPP dalam memenuhi target subsidi pembiayaan KPR FLPP bagi 157.500 unit rumah pada tahun 2021 bagi MBR. Program ini merupakan sinergi SMF dengan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (BLU PPDPP) Kementerian PUPR,” jelas Bonai Subiakto Sekretaris Perusahaan SMF dalam keterangan resminya, Sabtu (12/03).

Bonai mengatakan bahwa SMF menyediakan 25% dari porsi penyaluran dana KPR FLPP, sedangkan 75% porsi sisanya disediakan oleh BLU PPDPP. Pada tahun 2021, penyaluran dana KPR FLPP mencapai Rp24,19 triliun untuk 178.828 unit rumah. Porsi PPDPP (75%) sebesar Rp19,58 triliun, terdiri dari dana APBN sebesar Rp16,62 triliun dan pengembalian pokok sebesar Rp2,96 triliun. Porsi SMF sendiri sebesar 25% atau Rp4,62 triliun.

Dukungan dan kolaborasi pada Program KPR FLPP merupakan wujud peran SMF sebagai fiscal tools Kementerian Keuangan dalam meringankan beban fiskal pemerintah dengan membiayai porsi 25% pendanaan KPR FLPP, sehingga Pemerintah hanya menyediakan 75% dari total pendanaan FLPP dari semula yang sebesar 90%.

Direktur Sekuritisasi dan Pembiayaan SMF Heliantopo mengatakan bahwa realisasi penggunaan dana PNM Tahun 2021 pada SMF di Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp1.295 miliar untuk 9.742 unit rumah.

“Ini merupakan wujud dari kehadiran negara untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah, dimana dana yang dialirkan untuk KPR subsidi ini berasal dari APBN yang digunakan sebesar-besarnya demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” terang Heliantopo di Batang.

Heliantopo berharap dukungan SMF pada Program KPR FLPP ini juga akan memberikan efek berlipat (multiplier effect) bagi sektor perumahan, sehingga dapat ikut menggerakkan 170 industri turunan lainnya di sektor perumahan dan akan menciptakan penyerapan tenaga kerja, perbaikan kualitas hidup masyarakat, serta mendorong percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting