IHSG Jumat Siang Menguat ke Level 7.189; Rekor Intraday Baru, Dipimpin Sektor Industri

253
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Jumat siang ini (8/4) terpantau menguat di area rekor +61,413 poin (0,86%) ke level 7.188,780 setelah dibuka naik ke level 7.182,135. IHSG dibuka meloncat dan mencetak rekor intraday baru, sementara bursa kawasan Asia siang ini mixed bias melemah di antara investor yang mencermati rencana agresif the Fed menaikkan bunga dan Wall Street yang ditutup rebound dari koreksi 2 hari.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau menguat tipis 0,01% atau 1 poin ke level Rp 14.358, dengan dollar AS di pasar uang Asia menanjak setelah bullish 5 hari di sesi global sebelumnya; bullish ke posisi 2 tahun tertingginya di tengah sentimen kenaikan suku bunga the Fed yang agresif. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.359.

Mengawali perdagangannya, IHSG menguat 54,768 poin (0,77%) ke level 7.182,135. Sedangkan indeks LQ45 naik 10,011 poin (0,97%) ke level 1.041,976. Siang ini IHSG menguat 61,413 poin (0,86%) ke level 7.188,780. Sementara LQ45 terlihat naik 1,05% atau 10,822 poin ke level 1.042,778.

Siang ini sembilan dari sebelas sektor tampak mengalami penguatan. Sektor yang mencatat kenaikan tertinggi adalah sektor industrial yang menanjak 1,86%, diikuti sektor energy yang naik 1,64%.

Tercatat sebanyak 261 saham naik, 238 saham turun dan 178 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk agak ramai dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 891.922 kali transaksi sebanyak 14,002 miliar lembar saham senilai Rp 8,267 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat variatif bias melemah, di antaranya Nikkei yang menanjak tipis 0,02%, dan Hang Seng yang turun 0,57%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top gainers antara lain Surya Esa (ESSA) 10,66%, Saratoga Investama (SRTG) 10,13%, Merdeka Cooper (MDKA) 6,40%, dan United Tractors (5,89%).

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak meloncat dan mencetak rekor intraday kembali, sementara bursa kawasan Asia bias melemah di antara investor yang mencermati rencana agresif the Fed menaikkan bunga. Berikutnya IHSG kemungkinan mencetak rekor penutupan barunya dengan akan diintip profit taking, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.184 dan 7.220. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 7.010, dan bila tembus ke level 6.926.

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group