Percepatan Pengetatan Moneter dan Kenaikan Safe Haven — Global Market Outlook, 18-22 April 2022 by Alfred Pakasi

581

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Tingginya inflasi di AS memicu prediksi adanya percepatan kenaikan suku bunga the Fed di tahun ini.
  • Tensi geopolitik memanas dengan dengan berita bahwa Rusia akan segera menyerang Ukraina Timur, dan menaikkan permintaan safe haven assets.
  • Pasar akan mencermati laporan inflasi di Eropa pada minggu depan, selain laporan PMI manufaktur dan jasa AS dan Inggris.
  • Meningkatnya kasus Covid–19 di China yang mengakibatkan lockdown di Shanghai dan kota–kota besar lainnya di China yang berpotensi memperburuk sentimen pasar.

Pasar saham dunia terpantau bias melemah, harga emas lanjutkan rally, dan US dollar masih bullish.

Minggu berikutnya, isyu antara prospek pemulihan ekonomi dunia dan perkembangan pandemi virus corona akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 18-22 April 2022.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan menguat di minggu keduanya sejalan dengan sentimen percepatan pengetatan moneter the Fed, dan berada di sekitar level 2 tahun tertingginya serta 20 tahun terkuatnya terhadap yen, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir naik ke 100.50. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun ke 1.0808. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1054 dan kemudian 1.1185, sementara support pada 1.0757 dan 1.0727.

Pound sterling minggu lalu terlihat menguat tipis ke level 1.3055 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3298 dan kemudian 1.3439, sedangkan support pada 1.2981 dan 1.2853. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 126.35. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 126.68 dan 126.95, serta support pada 123.45 serta level 121.27. Sementara itu, Aussie dollar terpantau melemah ke level 0.7392. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7519 dan 0.7661, sementara support level di 0.7360 dan 0.7165.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum variatif dengan bias melemah di antara prediksi percepatan kenaikan suku bunga the Fed dan bank sentral global. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat terbatas ke level 27,093. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 27,966 dan 28,339, sementara support pada level 26,304 dan 24,966. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 21,518. Minggu ini akan berada antara level resistance di 22,524 dan 24,862, sementara support di 20,786 dan 19,416.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir melemah perlahan di minggu ketiganya, di tengah investor mencermati laporan keuangan emiten yang variatif dan tingginya inflasi di AS yang akan memicu percapatan kenaikan bunga the Fed. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 34,451, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 35,372 dan 35,824, sementara support di level 32,818 dan 32,272. Index S&P 500 minggu lalu turun ke level di 4,395.5, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,640 dan 4,749, sementara support pada level 4,328 dan 4,138.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau menguat di minggu keduanya sebagai safe haven dan inflation hedging, di antara naiknya risiko geopolitik di Ukraina dan melejitnya inflasi AS, sehingga harga emas spot secara mingguan menguat ke level $1,973.40 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1981 dan berikut $2070, serta support pada $1915 dan $1890.

 

Dinamika pasar, atau bagi sebagian orang menyebutnya dengan gejolak, pada pasar investasi semakin terlihat fluktuatif, bahkan cenderung volatile. Sangat jelas bahwa koreksi pasar memang ada, bahkan bisa dalam skala besar. Demikian pula, rebound atau reversal adalah bagian dari pergerakan pasar. Dalam situasi seperti ini, timing untuk masuk serta keluar pasar (market entry and exit) merupakan aspek kunci keberhasilan berinvestasi. Terpeleset di sini maka keuntungan menjadi tipis atau kerugian membengkak. Tepat ambil posisi di sini akan memberikan gain yang tidak jarang mencengangkan, bahkan di tengah situasi pasar tidak jelas seperti ini. Anda, kalau boleh disarankan, perlu teman investasi. Tetaplah bersama kami, karena kami hadir demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting