Pernyataan Hawkish Pejabat The Fed dan Pemangkasan Ekonomi Global – Market Mover 20 April 2022 by Asido Situmorang

455

(Vibiznews – Market Mover) Pasar investasi global pada pekan ini akan banyak mencermati pernyataan pejabat The Fed dan perkembangan dan pengaruh dari konflik Rusia-Ukraina.

Beberapa pejabat The Fed memberikan komentar hawkish untuk kenaikan suku bunga AS. Pada hari Selasa, Presiden Fed Chicago Evans mengatakan The Fed mungkin akan menaikkan suku bunga di atas tingkat yang dianggap netral untuk ekonomi tahun depan mengingat prospek inflasi. Juga, Presiden Fed St. Louis Bullard mengatakan The Fed perlu bergerak cepat untuk menaikkan suku bunga menjadi sekitar 3,5% tahun ini dan seharusnya tidak mengesampingkan kenaikan suku bunga sebesar 75 bp. Presiden Fed Minneapolis Kashkari, di antara anggota Komite Pasar Terbuka Federal yang lebih dovish, mengatakan pada bahwa jika gangguan rantai pasokan global terus berlanjut, pembuat kebijakan perlu mengambil tindakan yang lebih agresif untuk menurunkan inflasi.

Pasar juga mencermati Outlook yang disampaikan Bank Dunia dan IMF. Pada hari Selasa, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan globalnya untuk 2022 dan 2023, dengan mengatakan dampak ekonomi dari invasi Rusia ke Ukraina akan menyebar jauh dan luas, menambah tekanan harga dan memperburuk tantangan kebijakan yang signifikan. Sebelumnya pada hari Senin, Bank Dunia menurunkan perkiraan pertumbuhan globalnya untuk tahun 2022 hampir satu poin persentase penuh, dari 4,1% menjadi 3,2%, mengutip tekanan yang diberikan oleh invasi Rusia ke Ukraina terhadap ekonomi global.

Bagaimanakah pengaruh pernyataan hawkish pejabat The Fed dan outlook yang memangkas proyeksi ekonomi global bagi pasar investasi global?

Dari pasar Forex, dolar AS yang sempat meningkat dengan adanya komentar hawkish pejabat The Fed untuk menaikkan suku bunga, terpantau melemah mengikuti penurunan imbal hasil Treasury AS dengan adanya pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi global oleh Bank Dunia dan IMF. Pelemahan dolar AS mendorong mata uang saingannya seperti Euro dan Poundsterling menguat.

Dari pasar Index, pasar saham global terpantau mixed. Bursa Wall Street semalam ditutup naik terdukung penguatan data perumahan AS. Sedangkan bursa Asia sore ini berakhir mixed memantau kenaikan bursa Wall Street dan pemangkasan proyeksi ekonomi global. Namun bursa Eropa bergerak positif terbantu aksi bargain hunting, mengabaikan sentiment bearish pemangkasan proyeksi ekonomi global dan konflik Rusia-Ukraina.

Dari pasar komoditas, harga emas bergerak lemah terpicu pernyataan hawkish pejabat The Fed yang dapat menaikkan suku bunga AS, sedangkan harga minyak bergerak naik terpicu pengetatan pasokan dari Rusia dan Libya, juga jika malam ini data pasokan minyak mentah mingguan AS terealisir turun akan menguatkan harga minyak.