The Fed Siap Agresif Menaikkan Suku Bunga — Global Market Outlook, 25-29 April 2022 by Alfred Pakasi

755

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • The Fed secara hawkish menyatakan akan mempercepat kenaikan suku bunga untuk menjinakkan inflasi tinggi di AS.
  • Inflasi yang melambung di AS, Eropa maupun Inggris diperkirakan pasar akan membawa bank sentral global secepatnya mengetatkan kebijakan moneter masing-masing.
  • Tensi geopolitik panas di Ukraina terus dicermati pasar dengan info Rusia menyerang Ukraina Timur.

Pasar saham dunia terpantau bias melemah, harga emas terkoreksi, dan US dollar lanjutkan bullish.

Minggu berikutnya, isyu antara prospek pemulihan ekonomi dunia dan perkembangan pandemi virus corona akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 25-29 April 2022.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan menguat di minggu ketiganya sejalan the Fed yang hawkish akan menaikkan suku bunga dengan cepat untuk menjinakkan inflasi AS, dengan kenaikan 50 bp pada bulan Mei, dan berada di level 2 tahun lebih tertingginya serta 20 tahun terkuatnya terhadap yen, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir naik ke 101.12. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun ke 1.0796. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.1054 dan kemudian 1.1185, sementara support pada 1.0757 dan 1.0727.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah signifikan ke level 1.2832 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.3147 dan kemudian 1.3298, sedangkan support pada 1.2751 dan 1.2675. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 128.48. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 129.41 dan 130.00, serta support pada 124.76 serta level 121.27. Sementara itu, Aussie dollar terpantau tergelincir ke level 0.7242. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7458 dan 0.7519, sementara support level di 0.7165 dan 0.7094.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum variatif dengan bias melemah di tengah the Fed yang akan agresif untuk menaikkan suku bunga, dan ini memberikan sentimen negatif bagi bursa global. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat terbatas ke level 27,105. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 27,966 dan 28,339, sementara support pada level 26,304 dan 24,966. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 20,638. Minggu ini akan berada antara level resistance di 22,524 dan 24,862, sementara support di 20,786 dan 19,416.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir melemah di minggu keempatnya, dengan Dow Jones tergelincir yang terburuk sejak awal pandemi, di tengah prospek kenaikan cepat suku bunga yang memicu aksi jual investor. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 33,811, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 35,492 dan 35,824, sementara support di level 32,818 dan 32,272. Index S&P 500 minggu lalu turun ke level di 4,258.0, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,536 dan 4,640, sementara support pada level 4,138 dan 4,061.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau terkoreksi oleh penguatan dollar dan Treasury yields di antara signal the Fed mempercepat kenaikan suku bunganya, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,932.35 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1998 dan berikut $2070, serta support pada $1915 dan $1890.

 

Berbagai isyu, apakah tentang prospek pemulihan ekonomi global, arah kebijakan pengetatan moneter, perkembangan situasi geopolitik, terpantau dapat menggerakan pasar begitu rupa. Kita melihat bahwa fundamental ekonomi begitu bisa memengaruhi pasar, sementara di sana ada juga isyu politik dan sosial masyarakat. Bagi investor lokal yang, katakanlah, bukan berlatar belakang pendidikan ekonomi kadang tidak mudah untuk memahami dinamika berbagai indikator tersebut. Kendala itu bukan merupakan masalah kalau Anda terus menyimak berita dan analisis pasar di vibiznews.com. Banyak orang telah mengakuinya. Terima kasih tetap bersama kami karena kami hadir demi mendukung sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting