The Fed Naikkan Suku Bunga AS 50 Bps, Terbesar Sejak Tahun 2000

342

(Vibiznews – Economy) – Sebagai upaya untuk mengembalikan inflasi yang tinggi ke posisi tujuannya 2 persen, bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve pada hari Kamis dinihari (5/5/2022)  mengumumkan kebijakan terbaru  yang sudah diperkirakan pasar sebelumnya yaitu  menaikkan suku bunga setengah poin persentase.

The Fed  telah memutuskan untuk menaikkan kisaran target untuk suku bunga dana federal sebesar 50 basis poin menjadi 0,75 hingga 1,0 persen dan mengatakan pihaknya mengantisipasi bahwa akan ada lagi kenaikan suku bunga berkelanjutan dalam kisaran target  yang sama.

Bank sentral Amerika juga memutuskan untuk mulai mengurangi kepemilikan aset pada neraca $9 triliun pada 1 Juni yang dimulai dengan roll-off bulanan sebesar $30 miliar Treasuries dan $17,5 miliar pada sekuritas berbasis hipotek selama 3 bulan dan kemudian akan meningkat menjadi $60 miliar dan $35 miliar untuk hipotek per bulan.

Meskipun memutuskan kebijakan yang cukup kontroversi ini, the Fed mengakui bahwa secara keseluruhan aktivitas ekonomi AS turun tipis pada kuartal pertama tahun 2022. Dimana inflasi tetap tinggi, yang mencerminkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan terkait pandemi, harga energi yang lebih tinggi, dan tekanan harga yang lebih luas.

Bank sentral juga mencatat bahwa pengeluaran rumah tangga dan investasi tetap bisnis tetap kuat, sementara peningkatan pekerjaan tetap kuat. Kemudian terkait lockdown di China, the Fed tegaskan kemungkinan akan memperburuk gangguan rantai pasokan dan akan memberikan risiko inflasi.

Sebagai informasi, Federal Reserve  bermaksud untuk mengurangi kepemilikan sekuritasnya dari waktu ke waktu dengan cara yang dapat diprediksi terutama dengan menyesuaikan jumlah yang diinvestasikan kembali dari pembayaran pokok yang diterima dari sekuritas yang disimpan di System Open Market Account (SOMA).