Sikap Hawkish the Fed dan Prospek Melemahnya Ekonomi China — Global Market Outlook, 9-13 May 2022 by Alfred Pakasi

615

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Sikap hawkish the Fed setelah menaikkan suku bunga 50 bp, yang terbesar dalam 22 tahun terakhir, menjadi fokus pasar.
  • Data NFP yang dirilis sedikit lebih baik dari estimasi agak meredakan kekhawatiran munculnya resesi akibat inflasi tinggi.
  • Pasar terus mencermati perang Rusia – Ukraina dengan Rusia mengepung kota-kota di Ukraina Timur sementara Barat terus meningkatkan sanksi terhadap Rusia.
  • Prospek melambatnya ekonomi di China karena lonjakan Covid di beberapa kota besar menjadi perhatian investor global.

Pasar saham dunia terpantau bias melemah, harga emas kembali terkoreksi, dan US dollar lanjut bullish.

Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi dunia global akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 9-13 May 2022.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan agak sideways dan berakhir menguat tipis di minggu kelimanya, sempat juga berada di level 20 tahun tertinggi barunya di hari terakhir pasar, terpicu oleh the Fed yang agresif melawan inflasi dan positifnya penambahan tenaga kerja AS dari data NFP, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir naik ke 103.66. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau naik tipis ke 1.0546. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.0936 dan kemudian 1.1185, sementara support pada 1.0470 dan 1.0340.

Pound sterling minggu lalu terlihat melemah ke level 1.2332 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2772 dan kemudian 1.3090, sedangkan support pada 1.2275 dan 1.2251. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir naik ke level 130.53. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 130.95 dan 131.25, serta support pada 126.94 serta level 124.76. Sementara itu, Aussie dollar terpantau naik ke level 0.7070. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7376 dan 0.7458, sementara support level di 0.7033 dan 0.6967.

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia secara umum variatif dengan bias melemah mengikuti pergerakan Wall Street yang tertekan aksi jual ditambah prospek melemahnya ekonomi China karena lonjakan kasus Covid. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir menguat ke level 27,003. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 27,580 dan 28,339, sementara support pada level 26,051 dan 24,966. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong minggu lalu berakhir melemah ke level 20,001. Minggu ini akan berada antara level resistance di 21,291 dan 22,524, sementara support di 19,665 dan 19,416.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir melemah di minggu keenamnya oleh gejolak pasar dipimpin aksi jual sektor saham teknologi di tengah the Fed yang bersikap hawkish untuk mengetatkan kebijakan moneternya. Dow Jones secara mingguan melemah ke level 32,899, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 34,118 dan 35,492, sementara support di level 32,449 dan 32,272. Index S&P 500 minggu lalu turun ke level di 4,117.3, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,310 dan 4,516, sementara support pada level 4,061 dan 4,035.

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau melemah di minggu ketiganya oleh penguatan dollar dan kenaikan Treasury yields terpicu sikap hawkish the Fed, sehingga harga emas spot secara mingguan melemah ke level $1,883.64 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1998 dan berikut $2070, serta support pada $1850 dan $1844.

 

Pembaca setia, kalau kita perhatikan chart pergerakan harga asset investasi, terlihat periode rally pasar, tiba juga saat untuk aksi profit taking. Investor akan selalu mencari dan menunggu momentum demikian. Itu yang sebagian pelaku pasar lakukan belakangan ini. Sekalipun, mungkin baru rally pendek profit taking sudah dapat dilakukan di tengah ketidakpastian pasar ini. Dengan jalan itulah para fund manager global telah mereguk keuntungan besar mereka. Anda ingin sukses investasi? Siapa yang tidak mau, bukan? Ikuti cara para fund manager berinvestasi mengikuti gelombang trend yang ada. Anda pun bisa sukses demikian. Simak terus karenanya vibiznews.com, website investasi yang paling favorit. Kembali, salam sukses bagi Anda pembaca setia Vibiznews!

 

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting