Harga Jagung Turun di Akhir Minggu, Cuaca Mendukung Penanaman Lebih Cepat

268

(Vibiznews – Commodity ) – Harga jagung turun di akhir minggu sehingga pada seminggu ini turun 2.2%. Harga jagung mingguan turun untuk pertama kalinya dalam 4 minggu terakhir.

Diperkirakan cuaca pada minggu depan sangat mendukung akan perkembangan tanaman temperatur akan lebih panas, selama ini cuaca yang dingin dan lembab membuat penanaman lebih lambat dari skedul rata-rata.

Pasar masih terus mengamati akan perkiraan hasil panen Brazil, cuaca kering dan panas masih terus berlangsung di Brazil sehingga diperkirakan hasil panen akan turun, tapi masih tidak berpengaruh terhadap tekanan harga karena membaiknya kondisi tanaman di AS.

Harga jagung Juli di CBOT turun 12.75 sen (1.60%) menjadi $7.8475 per bushel.

Laporan ekspor mingguan sebesar 782,543 MT jagung yang dipesan dari persediaan lama sampai 28 April. Masih dalam perkiraan namun turun 10% dari minggu lalu. USDA menambahkan 1.9 MMT ekspor jagung pada minggu lalu sehingga total ekspor menjadi 40.036 MMT turun 8% dari minggu lalu. Dari persediaan baru sebesar 737,869 MT dijual pada minggu lalu, masih dalam perkiraan range terbawah, sudah termasuk 612k MT ke Cina. Cina memesan 2.176 MMT dari persediaan baru yaitu 44% dari total 4.944 MMT, dibanding tahun lalu penjualan forward naik 77%.

Persediaan jagung di Canada sebesar 9.282 MMT sampai 31 Maret 2022 naik dari 8.148 MMT pada Maret 2021.

The Ukrainian Agribusiness Club melaporkan sebesar 5.7 juta HA biji-bijian musim semi telah di tanam sampai 2 Mei naik dari 3.6 juta HA pada minggu lalu turun dibanding 8 juta ha pada tahun lalu di minggu yang sama.

Progress penanaman jagung di Perancis sudah selesai 84% naik dari 60% pada minggu lalu menurut data AgriMer.

Analisa tehnikal untuk jagung di CBOT dengan support pertama $771 kemudian ke $7.60 sedangkan resistant pertama di $814, dan berikut $828.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting