Data Inflasi AS dan Pengaruhnya bagi The Fed – Market Mover 11 May 2022 by Asido Situmorang

558

(Vibiznews – Market Mover) Pasar investasi global akan mencermati data Inflasi AS yang akan dirilis Rabu malam ini.

Pasar akan mengamati dengan cermat pembacaan indeks harga konsumen AS April pada hari Rabu malam ini yang diperkirakan mulai mereda, dengan ekspektasi kenaikan tahunan 8,1% dibandingkan dengan kenaikan 8,5% yang tercatat di bulan Maret.Setelah Fed menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin minggu lalu, kenaikan terbesar dalam 22 tahun, pasar akan menilai seberapa agresif bank sentral akan mengeluarkan kebijakan moneter.

Pasar memperkirakan untuk kenaikan lain setidaknya 50 basis poin pada pertemuan bank sentral bulan Juni, menurut Alat FedWatch CME.

Pejabat Fed pada hari Selasa memperkuat argumen mereka untuk rangkaian kenaikan suku bunga tercepat setidaknya sejak 1990-an untuk memerangi inflasi, sementara Presiden AS mendesak bank sentral AS untuk mengendalikan kenaikan harga yang dianggap merugikan rumah tangga Amerika.

Bagaimanakah pengaruh data inflasi AS bagi pergerakan pasar investasi global?

Dari pasar Forex, Dolar AS bergerak di dekat level tertinggi dua dekade terhadap sekeranjang mata uang utama pada hari Rabu, menjelang pembacaan data inflasi yang dapat memberikan petunjuk tentang seberapa agresif Federal Reserve dalam pengetatan kebijakan moneterny. Namun jika data inflasi mereda, akan memungkinkan dolar AS juga menurun.

Dari pasar Index, bursa saham global berhati-hati menjelang rilis data inflasi AS. Indikasi menurunnya data inflasi AS membuat Bursa Asia bergerak sebagian besar positif, demikian juga bursa saham berjangka AS bergerak positif dan Bursa Eropa diperkirakan bergerak naik.

Dari pasar Komoditas, harga emas terpantau bergerak naik menjelang data inflasi AS yang diindikasikan menurun yang membuat dólar AS juga mereda. Sedangkan harga minyak bergerak rebound setelah penurunan 9 persen dari 2 sesi sebelumnya, setelah Uni Eropa mengusulkan embargo terhadap minyak Rusia.