Harga Kopi Naik Karena Temperatur Turun di Perkebunan Kopi Di Brazil Selatan

216

(Vibiznews – Commodity) – Harga kopi pada penutupan pasar hari Rabu naik karena temperatur turun sehingga ada risiko beku di Brazil Selatan , negara eksportir kopi terbesar di dunia,

Harga Kopi Arabika Juli naik $16.10 (7.90%) menjadi $219.90 dan harga kopi Robusta Juli di ICE London 3.43%

NOAA mengatakan pada hari Rabu bahwa temperatur di Brazil Selatan, area dimana banyak perkebunan kopi akan membeku pada 16 Mei dan temperatur akan dibawah normal sampai 19 Mei.

Pada hari Selasa harga kopi Arabika turun ke harga terendah 6 bulan dan harga kopi Robusta turun ke harga terendah 2 bulan. Indeks dolar menguat ke kurs tertinggi 19 tahun pada hari Senin dan melemahnya real Brazil ke kurs terendah 1 ¾ bulan terhadap dolar pada hari Selasa, melemahnya real membuat harga kopi Brazil lebih murah apabila dibeli dengan mata uang lain sehingga ekspor dapat meningkat

Harga kopi turun karena kondisi kekeringan berkurang di Brazil, Somar Meteorologia pada hari Senin mengatakan bahwa curah hujan di Minas Gerais, daerah perkebunan kopi terbesar 30% dari seluruh area perkebunan kopi Brazil sebesar 12.4 mm (161% dari rata-rata )

Harga kopi tertekan karena permintaan kopi global berkurang. Cina pada hari Jumat lalu mengatakan akan melanjutkan lockdown di Shanghai & Beijing sehingga restoran dan kafe di sana ditutup pemintaan kopi berkurang di Cina. Juga invasi Rusia terhadap Ukraina membuat ekspor kopi Brazil turun. Pada bulan Maret ekspor kopi Brazil ke Rusia turun 72% dari bulan lalu dan ke Ukraina ekspor berkurang 62%.

Harga kopi Robusta naik pada hari Rabu ke harga tertinggi 5 minggu, karena kekhawatiran persediaan kopi berkurang setelah the Vietnam Coffee and Cocoa Association mengingatkan bahwa kenaikan harga pupuk akan mendorong petani kopi untuk mengurangi pemakaian pupuk yang akan menurunkan produksi kopi 10% pada musim berikut.

Harga kopi Arabika sempat naik pada hari Kamis karena persediaan kopi sedikit dari Colombia. Negara produsen kopi Arabika terbesar ke dua di dunia. The Colombian Coffee Growers Federation melaporkan bahwa ekspor kopi di Colombia bulan April turun 18% dari tahun lalu menjadi 845,000 kantong.

Tanda bahwa persediaan kopi global berkurang akan meningkatkan harga kopi setelah the International Coffee Organization (ICO) melaporkan pada hari Selasa bahwa ekspor kopi global di 2022 dari Oktober – Maret turun 0.1% dari tahun lalu menjadi 66.25 juta kantong.

Harga kopi mengalami penurunan karena kenaikan persediaan yang ada dalam pengawasan ICE pada 25 Maret , persediaan kopi Arabika naik ke jumlah tertinggi 3 bulan pada 25 Maret dan persediaan kopi Robusta naik ke jumlah tertinggi 4 bulan. Persediaan kopi meningkat kembali setelah pada bulan lalu dilaporkan persediaan kopi Arabika di ICE turun ke jumlah terendah 22 tahun dan persediaan kopi Robusta turun ke jumlah terendah 3 ¼ tahun

Kekhawatiran akan ketatnya persediaan kopi global membuat harga kopi naik, pada 11 April , Cecafe, Brazil Export council melaporkan bahwa ekspor kopi hijau Brazil turun 5.8% dari tahun lalu menjadi 3.267 juta kantong. Colombia melaporkan pada 5 April bahwa produksi kopi di bulan Maret turun 13% dari tahun lalu menjadi 914,000 kantong.

Ekspor kopi Vietnam diperkirakan akan meningkat 28.4% pada 4 bulan pertama tahun ini menjadi 752,000 ton, sama dengan 12.5 juta kantong @ 60 kg per kantong menurut General Statistics Office

The International Coffee Organization (ICO) mengubah perkiraan surplus kopi global 2020/21 menjadi defisit 3.13 juta kantong dari perkiraan sebelumnya surplus 1.2 juta kantong. The ICO menurunkan produksi kopi global menjadi 167.17 juta kantong dari168.88 juta kantong dan menaikkan perkiraan konsumsi global 2020/21 menjadi 170.30 juta kantong dari 167.68 juta kantong. Walaupun pada Rabu lalu Citigroup memperkirakan bahwa pasar kopi global di 2022/23 akan surplus 3.5 juta kantong dari defisit 7.3 juta kantong di 2021/22

Analisa tehnikal untuk kopi Arabika dengan support pertama di $215 dan berikut ke $210 sedangkan resistant pertama di $ 225 dan berikut ke $233.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting