Survei Konsumen April 2022, Keyakinan Konsumen Meningkat

180
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Economy & Business) – Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2022 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat. Hal tersebut tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2022 sebesar 113,1, meningkat dari 111,0 pada bulan sebelumnya.

“Peningkatan IKK terpantau pada mayoritas kategori pengeluaran, kelompok usia, serta kategori pendidikan responden. Secara spasial, kenaikan IKK terjadi di sebagian besar kota cakupan survei, terbesar di kota Bandar Lampung, diikuti kota Samarinda dan Denpasar,” demikian penjelasan Departemen Komunikasi BI kepada media, Rabu (11/5).

Keyakinan konsumen pada April 2022 yang meningkat didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, hal ini terindikasi dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) April 2022 yang tercatat sebesar 98,9, lebih besar dari 93,9 pada bulan sebelumnya. Peningkatan tersebut berkaitan dengan persepsi terhadap penghasilan saat ini, di mana persepsi konsumen terhadap penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu meningkat pada April 2022.

Kenaikan Indeks Penghasilan saat ini terjadi pada hampir seluruh kelompok responden, tertinggi pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp4,1 – 5 juta per bulan. Sementara itu, ketersediaan lapangan kerja di mana Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja pada April 2022 meningkat cukup siginifikan dari 87,7 pada bulan sebelumnya menjadi 95,9 dan pembelian barang tahan lama (durable goods) yang meningkat.

Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan tetap berada di level optimis (indeks >100) meskipun tidak setinggi bulan sebelumnya, ditopang terutama oleh ekspektasi penghasilan.

Analis Vibiz Research Center melihat ekspektasi konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi ke depan masih optimis, ditopang terutama oleh ekspektasi penghasilan di mana persepsi konsumen terhadap penghasilan saat ini dibandingkan 6 bulan yang lalu meningkat pada April 2022. Hal ini dimungkinkan karena kebijakan pemerintah mengatasi pandemi Covid-19 serta kecepatan vaksinasi yang semakin baik mampu memberikan kepercayaan masyarakat untuk beraktivitas kembali. Selain itu ketersediaan lapangan kerja serta kemampuan membeli barang tahan lama (durable goods) juga meningkat. Namun risiko geopolitik perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan harga komoditas meningkat perlu diwaspadai.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting