Harga Kakao Turun Ke Harga Terendah 2 Minggu

182

(Vibiznews – Commodity) – Harga kakao pada penutupan pasar turun, dengan harga kakao di New York turun ke harga terendah 2 minggu. Menguatnya indeks dolar ke kurs tertinggi 19 tahun membuat harga komoditi turun termasuk kakao

Harga kakao Juli di ICE New York turun $56 (2.25%) menjadi $2,433 per ton dan harga gula Juli di ICE London turun 1.40%.

Penurunan harga kakao terbatas karena setelah GBPUSD melemah ke kurs terendah 2 tahun, sehingga harga kakao menjadi lebih murah bagi membeli dengan mata uang lain sehingga permintaan naik.

Harga kakao turun karena persediaan melimpah setelah Laporan Pemerintah di Ivory Coast bahwa petani mengirim kakao sebesar 2.06 MMT dari 1 Oktober – 8 Mei hampir sama dengan tahun lalu 2.07 MMT.

Harga kakao pada penutupan pasar Rabu naik karena tanda-tanda menguatnya permintaan kakao global. Menurut Gepex, group eksportir dari 6 negara eksportir terbesar di dunia, pada hari Rabu bahwa kakao yang diproses sebesar 49,148 MT di bulan April naik 16.3% dari tahun lalu.

Kenaikan persediaan di Nigeria, negara produsen kakao terbesar ke empat di dunia membuat harga kakao turun setelah pada 27 April Nigeria mengumumkan ekspor bulan Maret meningkat 31.4% dari tahun lalu menjadi 28,149 MT.

Produksi dari Cameroon, produsen kakao ke lima terbesar di dunia perkiraan produksi di 2021/22 naik 20% dari tahun lalu menjadi 350,400 MT menurut the Cocoa Development Corp pada 13 April.

Pada 22 April harga kakao turun karena kekhawatiran permintaan turun. Harga kakao tertekan karena permintaan kakao yang digiling dari Amerika Utara pada kuartal 1 turun 2.8% dari tahun lalu menjadi 114,694 MT menurut the North American Confectioners Association. The Cocoa Association of Asia melaporkan permintaan kakao yang digiling pada kuartal 1 turun 0.25% dari tahun lalu menjadi 213,313 MT.

Namun faktor yang menaikkan harga kakao permintaan kakao naik setelah the European Cocoa Association melaporkan pada 14 April bahwa permintaan kakao yang diproses pada kuartal1 naik 4.4% dari tahun lalu menjadi 373,498 ton tertinggi dalam 10 tahun.

Pada 28 Februari The International Cocoa Organization (ICCO) memperkirakan produksi kakao global 2021/22 turun 5.2% dari tahun lalu menjadi 4.955 MMT dari rekor tahun 2020/21 di 5.226 MMT. ICCO juga memperkirakan pasar kakao global menjadi defisit – 181,000 MT dari surplus 215,000 di 2020/21.

Analisa tehnikal untuk kakao support pertama di $2,430 dan berikut di $2,410 sedangkan resistant pertama di $2,510 dan berikut di $2,620.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting