Rekomendasi Minyak 13 Mei 2022: Berbalik Naik Setelah Sempat Turun

181

(Vibiznews – Commodity) Setelah berhasil naik pada hari Selasa ke $103.70, pada hari Rabu, harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex sempat tertekan turun ke $102.40 per barel, sebelum akhirnya berhasil berbalik naik lagi ke $105.20 per barel.

Harga minyak mentah WTI semula diperdagangkan di bawah tekanan jual yang berat pada hari Kamis, sempat turun lebih dari 2% mengetes support kuat di $101.50, membalikkan hampir seperempat keuntungan yang diperoleh pada hari Rabu.

Namun dalam jam perdagangan selanjutnya harga minyak mentah WTI berbalik naik kembali dan diperdagangkan di sekitar $105.50 karena laporan yang mengatakan bahwa kasus Covid – 19 di Shanghai telah turun sehingga memberikan ekspektasi akan naiknya permintaan minyak mentah WTI.

Penurunan harga minyak mentah WTI sebelumnya disebabkan karena meningkatnya keengganan terhadap resiko dan menekan assets yang berpenghasilan lebih tinggi seperti minyak pada jam perdagangan sesi Eropa.

Dollar AS memperpanjang kenaikannya, diuntungkan oleh arus “risk-off” dengan indeks dollar AS diperdagangkan pada level tertinggi dalam dua dekade mendekati 104.30.

Pasar menghindarkan diri dari assets yang lebih beresiko ditengah meningkatnya kekuatiran atas naiknya inflasi dan ketakutan melambatnya pertumbuhan ekonomi global setelah angka inflasi CPI AS memperkuat kebenaran pengetatan kebijakan moneter oleh the Fed. Selanjutnya, lockdown Cina karena Covid yang menambah krisis rantai supply membuat kepercayaan investor berkurang.

Pada pembukaan perdagangan sesi AS, sentimen “risk-off” di pasar terus berlanjut yang terefleksi dalam penurunan S&P 500 berjangka sebesar 0.50%.

“Support” terdekat menunggu di $104.20 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $103.41 dan kemudian $102.13. “Resistance” yang terdekat menunggu di $105.56 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $106.16 dan kemudian $107.24.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Reseach Vibiz Consulting

Editor: Asido.