Harga Jagung Turun Di Akhir Minggu Cuaca Menguntungkan Untuk Penanaman

308

(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung turun di akhir minggu, setelah mengalami kenaikan harga pada Hari Kamis karena laporan perkiraan persediaan yang turun pada Laporan Bulanan Perkiraan Persediaan dan Permintaan WASDE

Harga Jagung Juli di CBOT turun $10.25 (1.30%) menjadi $7.8125 per bushel.

Laporan cuaca mingguan melaporkan pada minggu depan cuaca kering sehingga petani dapat mengejar ketinggalan penanaman yang lambat pada minggu-minggu sebelumnya. USDA dalam laporan perkiraan hasil panen menyadari keterlambatan penanaman sehingga hasil panen 177 bpa dibawah perkiraan Februari.

Melanjutkan laporan penjualan hari Kamis pagi jumlah ekspor jagung AS sebesar 92% dari perkiraan USDA, dan 2% dibawah normal. Eksport aktual 65% dari total perkiraan, sehingga perkiraan ekspor tidak berubah 2.5 bbu.

Laporan Penjualan Ekspor Mingguan pada hari Kamis pagi sebesar 192,739 MT jagung dari persediaan lama dijual sampai 5 Mei, turun 75% dari minggu lalu dan dibawah perkiraan 350k MT. Dari persediaan baru sebesar 46k MT yang dipesan pada pagi hari. Total pesanan pada tahun Marketing ini 4.991 MT. Pengiriman persediaan lama sudah mencapai 57% dari total perkiraan WASDE.

China mengurangi perkiraan impor 10% pada musim ini menjadi 18 MMT karena harga yang tinggi.

Laporan Bulanan Perkiraan Persediaan dan Permintaan WASDE pada hari Kamis mengatakan persediaan jagung turun 2.7% menjadi 15.9 milyar bushel.

Laporan Bulanan Perkiraan Persediaan dan Permintaan WASDE bulan Mei untuk jagung

Laporan Perkiraan Jagung AS

Outlook jagung AS di 2022/23 produksi turun, penurunan penggunaan domestik, ekspor dan persediaan akhir turun, namun harga tinggi.

  • Perkiraan hasil panen sebesar 14.5 milyar bushel turun 4.3% dari tahun lalu. Hasil panen diperkirakan 177.0 bpa turun 4 bushel setelah disesuaikan dengan perkiraan cuaca dari USDA Agricultural Outlook Forum dibulan Februari,
  • Persediaan awal naik dari tahun lalu sedangkan perkiraan persediaan jagung turun 2.7% menjadi 15.99 milyar bushel.
  • Total penggunaan jagung di 2022/23 diperkirakan turun 2.5% karena turunnya penggunaan domestik dan ekspor
  • Ekspor jagung AS diperkirakan turun 4% di 2022/23 dengan turunnya persediaan dan permintaan domestik naik, walaupun dengan penurunan ekspor dari Argentina dan Brazil 550 juta ton, turunnya ekspor Ukraina merupakan tanda dari penurunan persediaan global. Perkiraan permintaan akan jagung AS akan meningkat sehingga pangsa pasar AS naik dari tahun lalu.
  • Turunnya perkiraan persediaan jagung AS turun lebih dari penggunaan sehingga persediaan akhir turun 80 juta bushel dari tahun lalu.
  • Penggunaan jagung 9.3% turun dari tahun lalu dan turun dari rata-rata 5 tahun 14.4%
  • Harga jagung rata-rata diperkirakan $6.75 per bushel, naik 85 sen dari tahun lalu dan harga tertinggi yang sempat dicapai $6.89 pada 2012/2013.

Perkiraan jagung global.

Outlook jagung global di 2022/23 turunnya produksi dan penggunaan dan persediaan jagung turun.

  • Produksi jagung dunia diperkirakan turun dari Ukraina, AS, Uni Eropa, dan Cina, tetapi Brazil, Argentina, Serbia dan Afrika Selatan meningkat.
  • Penggunaan jagung global turun 1.2 %
  • Konsumsi asing turun 0.9%.
  • Impor jagung turun 2.3% dari tahun lalu, penurunan impor Cina, Canada, Uni Eropa, Brazil dan Inggris, kenaikan impor Vietnam, Iran dan Bangladesh
  • Persediaan akhir jagung global turun 1.4% menjadi 305.1 juta ton, terutama penurunan di Cina dan AS sedangkan Brazil, Serbia dan Ukraina persediaan jagung naik.
    • Impor Cina di 2022/23 diperkirakan menjadi 37.9 juta ton turun 5 juta tond dari tahun lalu, dan dibawah rekor tertinggi 50.5 juta ton di 2020/21.
    • Impor jagung diperkirakan turun 5 juta ton menjadi 18 juta ton dengan turunnya impor dari Ukraina.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support pertama di $7.79 dan berikut ke $7.53 sedangkan resistant pertama di $8.01 kemudian ke $8.24.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting