Harga Minyak Sawit Mingguan Turun Untuk Dua Minggu Berturut-turut, Review Minyak Sawit Mingguan

503

(Vibiznews – Commodity) – Review Mingguan Harga minyak sawit pada 2 minggu pertama di awal Mei, harga minyak sawit mingguan mengalami penurunan kembali pada minggu ke dua, selama 2 minggu berturut-turut harga minyak sawit turun. Laporan Bulanan Persediaan dan Permintaan dari MPOB pada 10 Mei dimana persediaan naik di bulan April karena produksi meningkat dan ekspor turun.

Harga mingguan minyak sawit masih turun 0.58%, penurunan 2 minggu berturut-turut.

Pada hari Jumat harga minyak sawit masih naik sedikit pada penutupan pasar namun harganya sudah turun dari naik 2.8% pada pertengahan pasar, kenaikan perkiraan persediaan kedelai membuat harga bergerak turun, selain daripada Bursa hari Senin akan libur sehingga terjadi likuidasi

Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Jumat 13 Mei 2022 naik 21 ringgit atau 0.33% menjadi 6,363 ringgit ($1.447.45) per ton setelah naik pada pertengahan pasar 2.8%, harga turun namun masih naik sedikit pada penutupan pasar karena likuidasi sebelum libur panjang.

Adapun perincian dari Laporan Bulanan Persediaan dan Permintaan dari the Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada 10 Mei 2022

  • Persediaan CPO naik menjadi 891,779 ton di bulan April 2022, naik 17.4% dari 759,732 ton pada bulan Maret.
    • Persediaan minyak sawit olahan naik 5.2% dari bulan lalu menjadi 750,215 ton dari 713.112 ton di bulan Maret
    • Total persediaan minyak sawit naik 11.5% menjadi 1.64 juta ton dari 1.47 juta ton di bulan Maret.
  • Produksi CPO di Bulan April naik 3.6% menjadi 1.46 juta ton dari 1.41 juta ton.
    • Produksi biji sawit naik 2.3% menjadi 367,159 ton dari 359,165 ton dari bulan sebelumnya, produksi minyak biji sawit naik 4.59% menjadi 168,068 ton dari 160,693 ton di bulan Maret.
  • Ekspor minyak sawit turun 17.7% dari bulan lalu menjadi 1.05 juta ton di bulan April dari 1.28 juta ton di bulan Maret.
    • Ekspor minyak bijisawit naik 7.2% dari bulan lalu menjadi 74.203 ton dari 69.221 ton pada bulan Maret
    • Export Olein turun 0.46% dari bulan lalu menjadi 242,863 ton di bulan April dari 243.978 ton dari bulan Maret
    • Ekspor biodiesel naik 47.68% dari bulan lalu menjadi 23,411 ton dari 15,853 ton pada bulan Maret.

 

Pada akhir April setelah pengumuman bahwa Indonesia melarang ekspor minyak sawit maka harganya naik ke $6,987 pada tanggal 27 April sebelum penerapan dari larangan ekspor minyak sawit Indonesia, dan setelah diterapkan larangan ekspor pada 28 April malam maka harga minyak sawit melonjak dan mengakhiri bulan April harganya mencapai rekor tertinggi di $7,104 pada tanggal 29 April

Setelah itu libur panjang hari Raya Idul Fitri dan pasar baru dibuka kembali pada tanggal 5 Mei pada 2 hari pasar dibuka harga anjlok kembali dibawah 7,000 ringgit dan pada minggu kedua masih turun lagi setelah Laporan Bulanan Persediaan dan Permintaan dari MPOB.

Pergerakan Harga minyak sawit 2 minggu pertama bulan Mei

  • Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Jumat 13 Mei 2022 naik 21 ringgit atau 0.33% menjadi 6,363 ringgit ($1.447.45) per ton setelah naik pada pertengahan pasar 2.8%, harga turun namun masih naik sedikit pada penutupan pasar karena likuidasi sebelum libur panjang.
    • Harga mingguan minyak sawit masih turun 0.58%, penurunan 2 minggu berturut-turut.
  • Harga minyak sawit Juli pada hari Kamis 12 Mei 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 134 ringgit atau 2.07% menjadi 6,342 ringgit ($1,443.99) per ton turun untuk kedua kalinya pada 3 hari
  • Harga minyak sawit Juli pada hari Rabu 11 Mei 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 148 ringgit atau 2.34% menjadi 6,461 ringgit ( $1,476.80) per ton.
    • Ekspor 1-10 Mei naik 40.3% dari periode yang sama di bulan April menurut cargo surveyor Intertek Testing services pada hari Selasa.
    • Harga minyak sawit sempat naik 4.26% pada awal pasar namun harga turun karena Cina negara pengimpor minyak sawit terbesar ke dua di dunia mengurangi impor komoditas, dan mengurangi konsumsinya
  • Harga minyak sawit Juli pada hari Selasa 10 Mei 2022, di Bursa Malaysia Derivative Exchange turun 97 ringgit atau 1.51% menjadi 6,312 ringgit ($1,441.10) per ton harga terendah sejak 25 April
  • Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Senin 9 Mei 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 9 ringgit 0.14% menjadi 6,409 ringgit ($1,464.24) per ton
  • Harga minyak sawit Juli pada penutupan pasar hari Jumat 6 Mei di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 346 ringgit atau 5.12% menjadi 6,406 ringgit ($1,466.58) per ton penurunan minggu ke 2 berturut-turut.
    • Harga minyak sawit mingguan turun 9.8% selama minggu ini dimana bursa dibuka pada dua hari terakhir, penurunan terbesar sejak Maret 2018.
  • Harga minyak sawit Juli pada hari Kamis 05 Mei 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun 352 ringgit atau 4.95% menjadi 6,752 ringgit ($1,552.18) per ton

Dari tanggal 2 Mei libur sampai dengan 4 Mei Bursa ditutup karena hari Raya.

Kesimpulan :

  • Penurunan harga minyak sawit pada 2 minggu pertama bulan Mei terjadi karena turunnya harga minyak mentah, menguatnya indeks dolar AS, dan kenaikan suku bunga AS, semua ini menekan harga komoditas
  • Data Persediaan dan Permintaan dari MPOB juga membuat harga minyak sawit turun, karena persediaan yang meningkat di bulan April karena kenaikan produksi dan ekspor yang turun di April
  • Turunnya impor minyak sawit Cina karena lockdown covid di Cina.
  • Perkiraan harga akan naik lagi di bulan Mei apabila Indonesia belum membuka kembali ekspor minyak sawit namun apabila ekspor Indonesia dibuka maka persediaan global meningkat harga akan turun lagi.
  • Sementara ekspor Indonesia masih dilarang maka diperkirakan ekspor Malaysia akan naik mengisi permintaan minyak sawit dari importir minyak sawit. Apalagi kalau diturunkannya pajak ekspor Malaysia.
  • Perkiraan pasar Indonesia segera akan membuka kembali ekspor minyak sawitnya sehingga harga diperkirakan akan turun.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit support pertama di 6,260 ringgit dan berikut ke 6,150 ringgit sedangkan resistant pertama 6,750 ringgit dan berikut ke 7,230 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting