Rekomendasi EUR/USD Mingguan 16 – 20 Mei 2022: Seberapa Jauh Bisa Turun?

875

(Vibiznews – Forex) Pasangan matauang EUR/USD akhirnya meninggalkan fase konsolidasinya, turun menembus beberapa support kunci dan sempat jatuh ke kerendahan beberapa tahun di 1.0348 sebelum akhirnya bangkit kembali dan ditutup di angka 1.0404 dengan para penjual sekarang menambah posisi jualnya apabila turun melampaui angka 1.0400.

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di 1.0550, Pada hari Senin EUR/USD memperpanjang pemulihannya dan naik ke atas 1.0550 di sekitar 1.0570. EUR/USD kehilangan momentum pemulihannya setelah sempat naik ke arah 1.0600 pada jam perdagangan hari Selasa pagi. Pada jam perdagangan sesi AS Selasa malam EUR/USD turun menembus ke bawah 1.0550 di sekitar 1.0541. Pada hari Jumat pagi, EUR/USD jatuh ke bawah 1.0400 dan diperdagangkan di sekitar 1.0348 oleh karena data ekonomi dari AS menunjukkan bahwa harga-harga impor tetap tidak berubah secara basis bulanan pada bulan April sehingga membuat dollar AS bertahan dalam kekuatannya mengatasi rival-rival utamanya. Namun pada jam terakhir perdagangan Jumat malam, dolar AS sedikit terkoreksi sehingga EUR/USD berhasil bangkit naik ke 1.0414.

Pada hari Senin EUR/USD memperpanjang pemulihannya dan naik ke atas 1.0550 di sekitar 1.0570. Lingkungan pasar dikuasai oleh keengganan terhadap resiko yang menekan turun EUR/USD. Namun naiknya yield obligasi 10 tahun pemerintah Jerman telah membuat matauang bersama Eropa ini mendapatkan permintaannya pada hari Senin, memulai minggu perdagangan yang baru.

Pada awalnya pasangan matauang EUR/USD diperdagangkan disekitar 1.0570, berhasil mengambil kembali kerugian sebelumnya dan untuk pertama kalinya menjadi positip. Sebelumnya EUR/USD sempat turun ke “bottom” di 1.0494 dengan pasar keuangan dikuasai sentimen “risk-off” sehubungan dengan ketakutan akan resesi karena pertumbuhan ekonomi terus menciut sementara inflasi naik meroket. Pada jam perdagangan selanjutnya EUR/USD sempat turun ke bawah 1.0550 sebelum akhirnya berhasil naik kembali ke atas 1.0570 dengan berbalik melemahnya dollar AS.

Saham global turun, sementara yields obligasi pemerintah naik membumbung tinggi karena meningkatnya ekspektasi inflasi. Di AS, yield obligasi 10 tahun berada pada puncaknya di 3.20%. Sementara yield obligasi 10 tahun pemerintah Jerman melompat ke 1.16%, tertinggi sejak 2014.

Dari data makro ekonomi, Uni Eropa mempublikasikan Sentix Investor Confidence bulan Mei yang jatuh ke – 9.3% dari bulan sebelumnya 24.6%.

EUR/USD kehilangan momentum pemulihannya setelah sempat naik ke arah 1.0600 pada jam perdagangan hari Selasa pagi. Pada jam perdagangan sesi AS Selasa malam EUR/USD turun menembus ke bawah 1.0550 di sekitar 1.0541.

Matauang bersama Eropa tertekan oleh krisis energi Eropa. Penyerbuan Rusia ke Ukraina dan sanksi-sanksi sesudahnya telah membuat supplies gas dan minyak mentah ke Uni Eropa berada pada resiko. Komisi Eropa terus mendiskusikan embargo penuh minyak mentah dari Rusia meskipun keputusannya masih jauh dari tercapai.

Dari data makro ekonomi, Jerman merilis data survey atas Sentimen Ekonomi yang membaik di bulan Mei menjadi – 34.3 untuk Jerman dan – 29.5 untuk Uni Eropa. Kurang pesimis daripada di bulan April, namun masih menunjukkan ekspektasi akan situasi ekonomi yang memburuk. Sementara AS mempublikasikan NFIB Business Optimism Index bulan April yang muncul di 93.2, sama dengan angka bulan Maret.

EUR/USD mengalami rebound ke arah 1.0550 di sekitar 1.0545 setelah sempat jatuh ke arah 1.0500 pada awal perdagangan sesi AS karena indeks dollar AS sempat menguat setelah keluarnya data inflasi AS yang memanas lebih daripada yang diperkirakan pasar.

Pada hari Rabu, Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa Consumer Price Index (CPI) AS bulan April naik 0.3% turun dari kenaikan di bulan Maret sebesar 1.2%. Meskipun demikian angka ini lebih tinggi dari yang diperkirakan pasar sebesar 0.2%. Untuk angka tahunan, laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa inflasi umum naik 8.3% yang adalah lebih tinggi daripada yang diperkirakan kenaikan sebesar 8.1%, meskipun lebih rendah dari bulan Maret sebesar 8.5% yang merupakan level tertinggi dalam 40 tahun. Selain itu, angka CPI inti yang mengeluarkan harga energi dan makanan, naik 0.6% di bulan April, lebih tinggi dari bulan sebelumnya di 0.3% dan juga di atas dari yang diperkirakan.

Sementara itu, Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde pada hari Rabu mengulangi bahwa dia memperkirakan Asset Purchase Programme (APP) akan berakhir pada awal dari kuartal ketiga. Meskipun pernyataan ini menunjukkan bahwa kenaikan tingkat suku bunga ECB yang pertama kalinya kemungkinan terjadi pada bulan Juli. Hal ini membantu menopang EUR/USD.

AS mempublikasikan angka inflasi berikutnya pada hari Kamis, Producer Price Index (PPI)  bulan April yang naik 0.5% dari bulan Maret setelah kenaikan 1.4% dari bulan Februari ke bulan Maret yang memicu penurunan dari indeks dollar AS.

Namun permintaan obligasi yang moderat membuat yields obligasi Jerman 10 tahun turun ke sub area 0.90% pada hari Kamis.

Dollar AS memperpanjang kenaikannya, diuntungkan oleh arus “risk-off” dengan indeks dollar AS diperdagangkan pada level tertinggi dalam dua dekade mendekati 104.30.

Pasar menghindarkan diri dari assets yang lebih beresiko ditengah meningkatnya kekuatiran atas naiknya inflasi dan ketakutan melambatnya pertumbuhan ekonomi global setelah angka inflasi CPI AS memperkuat kebenaran pengetatan kebijakan moneter oleh the Fed. Selanjutnya, lockdown Cina karena Covid yang menambah krisis rantai supply membuat kepercayaan investor berkurang.

Pada pembukaan perdagangan sesi AS, sentimen “risk-off” di pasar terus berlanjut yang terefleksi dalam penurunan S&P 500 berjangka sebesar 0.50%. Permintaan terhadap dollar AS yang tidak tertahankan terus menekan EUR/USD.

Pada hari Jumat pagi, Sellers sempat memegang kontrol atas matauang bersama Eropa dan menyeret EUR/USD turun ke kerendahan baru di bawah 1.0400 dan diperdagangkan di sekitar 1.0355. Data ekonomi dari AS menunjukkan bahwa harga-harga impor tetap tidak berubah secara basis bulanan pada bulan April sehingga membuat dollar AS bertahan dalam kekuatannya mengatasi rival-rival utamanya.

Walaupun data dari AS menunjukkan bahwa kecepatan inflasi produsen sedikit berkurang pada bulan April, komentar kepala the Fed Jerome Powell memicu penguatan dollar AS pada jam perdagangan sesi AS. Powell mengatakan kepada pasar bahwa dia memperkirakan the Fed akan menaikkan tingkat bunga sebesar 50 basis poin pada dua pertemuan FOMC berikutnya dan menambahkan bahwa mereka siap melakukan yang lebih banyak lagi apabila data ekonomi berbalik memburuk.

Namun EUR/USD berhasil naik ke atas 1.0400 di 1.0404 pada jam perdagangan sesi AS hari Jumat malam setelah jatuh ke level terendah dalam lebih dari 5 tahun di 1.0350. Lingkungan pasar yang berubah menjadi positip terhadap resiko menyebabkan dollar AS kehilangan daya tariknya dan selain itu adanya arus akhir minggu ke London fix kelihatannya membantu pasangan matauang EUR/USD naik.

Pada minggu ini, pada hari Selasa Eropa akan mempublikasikan angka GDP kuartal pertama kuartalan dan tahunan. Secara kuartalan diperkirakan sebesar 0.2% sama dengan sebelumnya. Sementara secara tahunan diperkirakan 5% sama dengan sebelumnya.

Pada hari Rabu akan keluar data makro ekonomi Eropa yang penting yaitu angka inflasi Consumer Price Index (CPI) bulan April yang diperkirakan akan keluar di 7.5%, sama dengan angka bulan sebelumnya dan Core CPI bulan April YoY yang diperkirakan turun ke 3% dari sebelumnya 3.5%, selain itu Presiden ECB Christine Lagarde akan berpidato.

Pada hari Jumat Jerman akan mengeluarkan data Producer Price Index (PPI) bulan April untuk angka bulanan dan tahunan. Untuk angka bulanan diperkirakan turun dari 4.9% ke 2.6%. Untuk angka tahunan diperkirakan turun dari 30.9% ke 28.2%.

Dari AS, pada hari Selasa, akan keluar data Retail Sales. Selain itu pada hari yang sama, kepala the Fed Jerome Powell akan berbicara di Wall Street Journal’s Future of Everything Festival, dimana dia kemungkinan akan menyinggung mengenai inflasi. Pada hari Kamis, dari AS akan keluar Jobless Claims mingguan dan data Existing Home Sales.

Selain data-data makro ekonomi, ekspektasi dari the Fed dan sentimen pasar yang lebih luas akan diamati investor dan trader karena akan berdampak signifikan terhadap EUR/USD.

“Support” terdekat menunggu di 1.0382  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0300 dan kemudian 1.0285. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0430 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0470 dan kemudian 1.0500.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.