Bursa Wall Street Awal Pekan Mixed, Dibebani Rilis Data Ekonomi Dunia

172

(Vibiznews – Index) – Bursa saham Amerika di Wall Street awal pekan ditutup bervariasi pada perdagangan yang berakhir Selasa dinihari (17/5/2022).  Hanya Dow Jones yang masih bertahan di zona hijau, sedangkan Nasdaq dan S&P500 retreat dari kekuatan akhir pekan lalu.

Indeks Dow Jones berakhir naik 26,76 poin atau 0,08 persen menjadi  32.223,42, indeks Nasdaq ditutup dengan kerugian 142,21 poin atau 1,2 persen pada 11.662,79.  Indeks S&P 500, yang berhasil muncul ke wilayah positif sekitar pertengahan sore, gagal bertahan di level yang lebih tinggi dan ditutup dengan kerugian 15,88 poin atau 0,39 persen pada 4.008,01.

Penyebab aksi jual  yang menekan mayoritas bursa AS yaitu rilis data ekonomi yang mengecewakan dari China, Eropa dan juga Amerika sendiri. Data yang menunjukkan kontraksi dalam output industri China, dan laporan yang menunjukkan kontraksi tak terduga dalam aktivitas manufaktur New York di bulan Mei serta revisi turun dalam perkiraan pertumbuhan UE oleh Komisi Eropa membebani sentimen.

Secara sektoral, penguatan Dow Jones dipimpin oleh saham  energi yang dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah.  Saham Eli Lilly naik 2,7 persen setelah pembuat obat itu mengatakan telah mendapat persetujuan dari regulator untuk tirzepatide yang membantu mengobati orang dewasa dengan diabetes tipe 2.

Saham Spirit Airlines melonjak 13,6 persen setelah JetBlue Airways meluncurkan tawaran pengambilalihan yang tidak bersahabat untuk maskapai diskon tersebut. Sebaliknya saham JetBlue turun lebih dari 6 persen. Saham Chevron, Verizon, Merck, Walgreens Boots Alliance, Caterpillar dan IBM naik 1 hingga 3 persen, sedangkan saham Boeing, Walt Disney dan Salesforce.com merosot 1,7 hingga 2,5 persen.