Forex Eropa GBPUSD 18 Mei: Tertekan oleh Lonjakan Tingkat Inflasi Inggris

185
inflasi inggris

(Vibiznews-Forex) – Di tengah perdagangan forex sesi Eropa hari Rabu (18/5/2022) posisi poundsterling dalam pair GBPUSD sedang bergerak retreat  mendekati kisaran support kuat hariannya. Poundsterling tertekan oleh laporan tingkat inflasi tahunan Inggris periode bulan April 2022.

Tekanan terjadi karena investor terus khawatir atas risiko stagflasi atau bahkan resesi, karena tingkat inflasi Inggris mencapai tingkat tertinggi sejak 1982, sedangkan ekonomi sudah berkontraksi di bulan Maret dan daya beli konsumen terus tertekan.

Tingkat inflasi tahunan di Inggris melonjak menjadi 9% pada bulan April, level tertinggi sejak tahun 1982, didorong oleh kenaikan harga listrik, gas dan bahan bakar lainnya, bahan bakar motor dan mobil bekas, lebih tinggi dari tingkat 7% di bulan Maret dan perkiraan kenaikan 9,1%.

Gubernur Bank of England Andrew Bailey baru-baru ini mengatakan bahwa lonjakan inflasi saat ini adalah tantangan terbesar bank sentral sejak memperoleh kemerdekaan pada tahun 1997. Bank sentral telah menaikkan biaya pinjaman empat kali tetapi peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut stagnan karena risiko penurunan pertumbuhan.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap banyak rival utamanya di pasar uang Eropa sedang melaju dari posisi terendah 2 pekan yang tertekan selama 4 sesi berturut sebelumnya. Dolar AS menguat oleh pernyataan Ketua Fed Jerome Powell  bahwa bank sentral tidak akan ragu untuk terus menaikkan suku bunga sampai inflasi kembali ke target 2%.

Secara teknikal menurut analyst Vibiz Research Center pair GBPUSD melemah pair kini berada di posisi 1.2381 yang meluncur ke posisi support kuat di 1.2366 – 1.2328. Namun jika bergerak sebaliknya akan naik kembali menuju 1.2500 sebelum, jika tembus mendaki  ke resisten kuat di  1.2557 – 1.2595.

 

Jul Allens/ Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting