The Fed Tidak Ragu Menaikkan Suku Bunga Tanpa Ada Resesi Ekonomi

95

(Vibiznews – Economy) – Presiden Federal Reserve AS – Jerome Powell menyatakan bahwa bank sentral Amerika tersebut tidak akan ragu untuk terus menaikkan suku bunga utamanya tanpa membuat kondisi ekonomi menjadi resesi, dalam wawancara eksklusif dengan Wall Street Journal pada hari Rabu dini hari (18/5/2022).

Lebih jelasnya Powell menyatakan bahwa Federal Reserve tidak akan ragu untuk terus menaikkan suku bunga sampai inflasi turun dengan cara yang jelas dan meyakinkan, bahkan jika itu melibatkan pergerakan melewati tingkat netral.

Powell beralasan  bahwa ekonomi Amerika Serikat masih kuat dan dalam posisi yang baik untuk menahan kebijakan moneter yang kurang akomodatif dan ketat. Mereka yakin  bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga dan menangani inflasi tanpa mengirim ekonomi ke dalam resesi, meskipun dia mencatat bahwa itu akan menjadi tugas yang menantang.

Memang pada kuartal pertama tahun 2022 dilaporkan ekonomi AS mengalami kontraksi pertumbuhan pada kecepatan 1,4%  yang sebagian besar karena kendala sisi pasokan yang sedang berlangsung, penyebaran varian Covid omicron dan perang di Ukraina.

Kemudian Powell juga menyatakan ekonomo AS  masih akan memiliki pasar tenaga kerja yang kuat jika pengangguran naik beberapa titik.

Sebagai informasi, awal bulan ini The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar setengah poin persentase, kenaikan kedua pada tahun 2022 karena inflasi mencapai level tertinggi dalam 40 tahun. Setelah kenaikan itu Powell mengatakan  kenaikan 50 basis poin yang serupa kemungkinan akan terjadi pada pertemuan berikutnya selama kondisi ekonomi tetap serupa.

Dan dalam wawancara tadi Powell mengulangi komitmennya untuk mengarahkan  inflasi ke target 2%, dan memperingatkan bahwa itu mungkin tidak mudah dan dapat mengorbankan tingkat pengangguran 3,6% yang tepat di atas level terendah sejak akhir 1960-an.