Forex Dolar 19 Mei: Diperkuat Komentar Suku Bunga The Fed

233

(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS dalam indeks dolar pada akhir perdagangan forex sesi Amerika hari Kamis dinihari (19/5/2022) ditutup menguat cukup signifikan setelah tertekan selama 3 hari berturut. Demikian terpantau terhadap semua rival utamanya juga menguat kecuali terhadap yen Jepang.

Dolar AS bergerak kuat di bawah posisi 104 yang mendekati posisi tertinggi sepanjang 20 tahun, di-support  oleh komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell bahwa bank sentral bertekad untuk terus menaikkan suku bunga sampai ada bukti yang meyakinkan bahwa inflasi bergerak turun.

Powell mengatakan pada hari Selasa bahwa The Fed tidak akan ragu untuk menaikkan suku bunga melampaui level netral sampai inflasi mulai jatuh kembali ke level yang sehat lagi.

Lihat:The Fed Tidak Ragu Menaikkan Suku Bunga Tanpa Ada Resesi Ekonomi

Penguatan dolar AS menghiraukan 2 laporan terkait properti seperti laporan pembangunan rumah baru di AS  turun tipis 0,2 persen ke tingkat tahunan 1,724 juta dari tingkat revisi 1,728 juta di bulan Maret. Kemudian laporan yang menunjukkan izin bangunan sebagai indikator permintaan perumahan di masa depan, turun 3,2 persen ke tingkat tahunan 1,819 juta dari tingkat revisi 1,879 juta di bulan Maret.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya sempat mencapai titik terendah di sekitar 103,23, turun dari tertinggi hariannya di 103,95. Namun kemudian ditutup menguat 0,55  persen ke 103,93.

Terhadap Euro, dolar diperdagangkan pada $1,0468, menguat dari $1,0553. Dolar diperdagangkan pada $1,2339 melawan Pound Sterling, menguat dari $1,2496. Dolar telah menguat terhadap Aussie, menguat ke 0,6952 dari 0,7028 dan Loonie telah melemah menjadi 1,2891 per dolar, turun dari 1,2810, terbebani oleh data inflasi dan harga minyak mentah yang lemah.

Sebaliknya mata uang Jepang Yen lebih kuat terhadap dolar berkat status safe-haven, dengan dolar diambil 128,25 yen per unit, dibandingkan dengan 129,36 yen pada hari sebelumnya. Demikian Franc Swiss lebih kuat pada 0,9883 per dolar, naik dari 0,9938.

Untuk pergerakan selanjutnya posisi dolar AS berpotensi melanjutkan penguatan oleh sentimen kebijakan agresif the Fed yang ditambah pada laporan klaim pengangguran dan juga laporan Philly Fed Manufacturing.