Harga Kedelai Naik, Karena Ekspor Mingguan Meningkat

104

(Vibiznews – Commodity) – Harga kedelai kembali naik pada penutupan pasar hari Kamis, setelah Laporan Ekspor Mingguan, dimana ekspor mingguan kedelai meningkat, hanya minyak kedelai masih turun, karena dilepasnya larangan ekspor minyak sawit dari Indonesia, membuat turunnya harga minyak sawit, dan berdampak kepada turunnya harga minyak nabati secara keseluruhan termasuk minyak kedelai.

Harga kedelai Juli di CBOT naik 27.75 sen (1.67%) menjadi $16.9050 per bushel, harga soymeal Juli naik $11.3 (2.73%) menjadi $425.3 per ton dan harga minyak kedelai turun $1.02(1.27%) menjadi $79.53.

Harga kedelai naik pada penutupan pasar hari Kamis setelah laporan ekspor mingguan sebesar 752,689 MT kedelai dipesan naik dari minggu lalu dan diatas range perkiraan, Cina menjadi negara pemesan terbesar 392,600 MT dan Belanda 84,600 MT. Dari persediaan baru dipesan 149,500 MT dua kali lipat dari minggu lalu. Negara dengan tujuan tidak dikenal membeli 113,500 MT.

Untuk soymeal sebesar 293,172 MT pemesanan minggu ini sampai 12 Mei dengan minyak kedelai setelah dikurangi 495 MT.

Laporan penjualan harian USDA pada hari Rabu sebesar 229,200 MT ke negara yang tidak dikenal, dengan perincian 10,200 MT dari persediaan lama dan 219,000 MT untuk tahun marketing 2022/23.

Laporan Progress pertumbuhan mingguan tanaman kedelai yang sudah selesai ditanam sebesar 30% sampai 15 Mei masih dalam perkiraan terbawah naik 18% dari minggu lalu dan masih lebih lambat dari rata-rata 5 tahun. Tanaman kedelai yang sudah bertumbuh 9 % masih dibawah normal 12%.

Analisa tehnikal untuk kedelai dengan support pertama di $16.45 dan berikut ke $16.29 sedangkan resistant pertama di $17.08 dan berikut $17.34

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting