Harga Minyak Sawit Turun Setelah Presiden Jokowi Membuka Kembali Ekspor Minyak Sawit 23 Mei 2022

108

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak sawit turun pada penutupan pasar hari Kamis setelah Presiden Jokowi memberi pengumuman bahwa akan membuka ekspor minyak sawit dan turunannya pada hari Senin 23 Mei 2022 dengan pertimbangan sebagai berikut :

  • Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga kerja di industri sawit, baik petani, pekerja, dan juga tenaga pendukung lainnya
  • Kebutuhan nasional untuk minyak goreng curah adalah sebesar kurang lebih 194 ribu ton per bulannya. Pada bulan Maret, sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokan Indonesia hanya mencapai 64,5 ribu ton. Namun setelah dilakukan pelarangan ekspor di bulan April, pasokan Indonesia mencapai 211 ribu ton per bulannya, melebihi kebutuhan nasional bulanan.
  • Pada bulan April, sebelum pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional minyak goreng curah berkisar kurang lebih Rp19.800, dan setelah adanya pelarangan ekspor, harga rata-rata nasional turun menjadi Rp17.200–Rp17.600.

Meskipun ekspor dibuka, pemerintah akan tetap mengawasi dan memantau dengan ketat untuk memastikan pasokan tetap terpenuhi dengan harga terjangkau

Harga minyak sawit Agustus di Bursa Malaysia Derivative Exchange turun 60 ringgit atau 0.98% menjadi 6,074 ringgit ($1,379.67) per ton.

Harga minyak sawit diperkirakan akan melanjutkan penurunan apabila ekspor minyak sawit Indonesia dibuka kembali pada hari Senin, sehingga persediaan minyak sawit global akan naik.

Penurunan harga ditambah dengan produksi diperkirakan akan meningkat karena tenaga kerja di perkebunan sawit di Indonesia akan bekerja secara penuh karena untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor, demikian juga di Malaysia para pekerja asing sudah dapat kembali bekerja membuat produksi minyak sawit meningkat.

Dengan turunnya harga minyak sawit maka diperkirakan permintaan minyak sawit naik karena pembelian kembali oleh importir besar India dan Cina, dan bisa bersaing dengan minyak nabati lain terutama minyak kedelai.

Pasar menantikan akan pajak ekspor minyak sawit Malaysia untuk bulan Juni.

Analisa tehnikal untuk minyak sawit dengan support pertama 6,060 ringgit, berikut ke 5,840 ringgit sedangkan resistant pertama di 6,340 ringgit dan berikut ke 6,530 ringgit.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting