Pelemahan Bursa Wall Street Berlanjut, Nasdaq Terdesak ke Terendah 2 Tahun Lebih

122
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – Index) – Perdagangan bursa saham Wall Street yang berakhir Jumat dinihari (20/5/2022) alami volatilitas dan berujung kerugian lanjutan sesi sebelumnya. Semua indeks utama ditutup melemah dengan  Dow Jones dan S&P500 turun ke posisi terendah sejak Maret 2021, Nasdaq anjlok ke terendah sejak November 2020.

Indeks Nasdaq merosot 29,66 poin atau 0,3 persen menjadi 11.388,50,  indeks Dow Jones turun 236,94 poin atau 0,8 persen menjadi 31.253,13 dan indeks S&P 500 turun 22,89 poin atau 0,6 persen menjadi 3.900,79.

Terjadinya pelemahan lanjutan Wall Street dikarenakan kekhawatiran tentang pengetatan agresif untuk mengendalikan inflasi yang tinggi selama beberapa dekade dan perlambatan ekonomi akan terus mencengkeram investor.

Secara sektoral, pelemahan Wall Street dipimpin saham jaringan hingga menyeret NYSE Arca Networking Index turun 2,9 persen ke level penutupan terendah dalam lebih dari setahun. Kelemahan signifikan juga terlihat pada saham tembakau dengan penurunan 2,6 persen oleh NYSE Arca Tobacco Index.

Saham perangkat keras komputer dan transportasi juga mengalami pelemahan yang cukup besar, dengan NYSE Arca Computer Hardware Index dan Dow Jones Transportation Average masing-masing turun 1,9 persen dan 1,8 persen.

Sementara itu terjadi pergerakan sebaliknya pada saham emas yang bergerak naik tajam dengan  lonjakan 5,4 persen oleh NYSE Arca Gold Bugs Index. Lonjakan terjadi karena harga emas alami lonjakan.

Untuk laporan ekonomi AS yang dirilis,  Departemen Tenaga Kerja melaporkan  klaim  pengangguran  secara tak terduga meningkat dalam pekan yang berakhir 14 Mei. Klaim  naik menjadi 218.000, meningkat 21.000 dari  minggu sebelumnya 197.000.

Kemudian data penjualan rumah yang ada menunjukkan penurunan yang signifikan di bulan April,  National Association of Realtors laporkan  penjualan rumah yang ada jatuh 2,4 persen ke tingkat tahunan 5,61 juta di April setelah turun 3,0 persen ke tingkat 5,75 juta di Maret. Data penjualan rumah tersebut  turun ke tingkat tahunan terendah sejak Juni 2020.