Lonjakan Inflasi dan Kenaikan Suku Bunga AS, Global Market Outlook, 13 – 17 June 2022 by Asido Situmorang

147

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi global pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Data Inflasi AS meningkat lebih lanjut di bulan Mei, naik 8,6% dari tahun lalu untuk kenaikan tercepat sejak Desember 1981.
  • Bank Sentral Eropa (ECB) mengkonfirmasi rencananya untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan Juni dan menurunkan perkiraan pertumbuhannya.
  • Pada pekan depan pasar akan mencermati keputusan kebijakan Federal Reserves AS pada Kamis dinihari yang diindikasikan akan menaikkan suku bunga 50 bp.

Pasar saham dunia terpantau mixed, harga emas naik, dan US dollar menguat.

Minggu berikutnya, isyu prospek pemulihan ekonomi global akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Global Market Review and Outlook 13-17 June 2022.

===

Pasar Forex

Minggu lalu di pasar forex, mata uang dollar secara mingguan menguat dengan semakin kuatnya prospek kenaikan suku bunga AS bulan Juni, setelah inflasi AS melonjak, di mana indeks dolar AS secara mingguan berakhir naik ke 104.19, level tertinggi 4 minggu. Sementara itu, pekan lalu euro terhadap dollar terpantau turun ke 1.0512. Untuk minggu ini, nampaknya euro akan berada antara level resistance pada 1.0728 dan kemudian 1.1037, sementara support pada 1.0409 dan 1.0341.

Poundsterling minggu lalu merosot ke level 1.2293 terhadap dollar. Untuk minggu ini pasar berkisar antara level resistance pada 1.2491 dan kemudian 1.2626, sedangkan support pada 1.2103 dan 1.1637. Untuk USDJPY minggu lalu berakhir menguat ke level 134.40. Pasar di minggu ini akan berada di antara resistance level pada 135.68 dan 136.28, serta support pada 130.83 serta level 129.29. Sementara itu, Aussie dollar terpantau merosot ke level 0.6993. Range minggu ini akan berada di antara resistance level di 0.7151 dan 0.7214, sementara support level di 0.6864 dan 0.6647.

 

Pasar Saham

Untuk pasar saham kawasan, pada minggu lalu di regional Asia sebagian besar menguat terbantu harapan pemulihan ekonomi dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS dan pelonggaran pembatasan Covid di kawasan China. Indeks Nikkei secara mingguan terpantau berakhir naik ke level 27,824. Rentang pasar saat ini antara level resistance di level 28,042 dan 28,250, sementara support pada level 27,689 dan 27,482. Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong secara mingguan berakhir manguat ke level 21,806. Minggu ini akan berada antara level resistance di 22,038 dan 23,207, sementara support di 20,584 dan 20,032.

Bursa saham Wall Street minggu lalu berakhir melemah tertekan kekhwatiran lonjakan inflasi dan kenaikan suku bunga AS. Dow Jones secara mingguan merosot ke level 31,392, dengan rentang pasar berikutnya antara resistance level pada 32,778 dan 33,817, sementara support di level 29,987 dan 28,127. Index S&P 500 minggu lalu menurun ke level di 3,900.9, dengan berikutnya range pasar antara resistance di level 4,022 dan 4,132, sementara support pada level 3,812 dan 3,712.

 

Pasar Emas

Untuk pasar emas, minggu lalu terpantau naik, terpicu peningkatan permintaan safe haven dengan kekhawatiran perlambatan ekonomi global seiring lonjakan inflasi dan pemangkasan ekonomi OECD, sehingga harga emas spot secara mingguan naik ke level $1,871.20 per troy ons. Untuk sepekan ke depan emas akan berada dengan rentang harga pasar antara resistant di $1970 dan berikut $2033, serta support pada $1788 dan $1701.

 

Kembali kiranya para pembaca dapat melihat bahwa isyu yang datang dari Amerika Serikat –baik itu tentang kebijakan moneter, arah suku bunga, prospek ekonomi, dan seterusnya– sering memberikan sentuhan dinamika sebagai satu major fundamental yang menjadi penggerak utama pasar. Seperti misalnya berita arah kebijakan the Fed yang kerap mewarnai dan menggerakkan pasar, kadang berdampak bearish dan lain kali mendorong rally pasar. Kita juga akan melihat sejumlah isyu lain yang dapat menggerakkan pasar nantinya. Vibiznews.com akan menjadi partner Anda sebagai investor dalam memantau tiap-tiap pergerakan pasar secara updated dan detail.  Baiklah, terima kasih karena telah bersama kami karena kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!