Kinerja Mingguan Bursa Jepang Terburuk Sejak Maret 2020

143
nikkei

(Vibiznews – Indeks) – Bursa Jepang akhir pekan alami kerugian yang cukup signifikan pada  perdagangan hari Jumat (17/6/2022) hingga menjatuhkan indeks utama cukup dalam.  Indeks Nikkei anjlok ke posisi terendah 4 pekan dan cetak kerugian mingguan terbesar sejak pekan pertama Maret 2020 dengan anjlok 6,70%.

Nikkei awal sesi sudah tertekan mengikuti pelemahan bursa saham Wall Street dan terus melemah sekalipun hari ini bank sentral Jepang (BOJ) umumkan tidak mengubah kebijakan moneternya.

Bank of Japan menahan tekanan pasar pada yen dan obligasi pemerintah dengan mempertahankan  stimulus  yang besar untuk mendukung pertumbuhan. BOJ mempertahankan suku bunga sangat rendah pada hari Jumat dan panduannya untuk menjaga biaya pinjaman pada level  saat ini atau lebih rendah, menandakan tekadnya untuk fokus mendukung pemulihan ekonomi dari pandemi Covid.

Indeks harian Nikkei ditutup turun 468 poin atau 1,8% menjadi 25.963, secara mingguan anjlok 1861 poin yang merupakan terendah sejak pekan pertama Maret 2020. Demikian untuk indeks Topix turun 1,7% menjadi 1.836. Untuk indeks Nikkei berjangka bulan Juli 2022  bergerak negatif dengan melemah 650 poin atau 2,47% ke posisi 25780.

Hampir semua sektor berpartisipasi menekan Nikkei, dengan kerugian tajam dari saham-saham kelas berat seperti saham SoftBank Group (-4,2%), Tokyo Electron (-5%), Toyota Motor (-3,6%), Recruit Holdings (-5,8%) dan Shin-Etsu Kimia (-5%).

 

Jul Allens / Senior Analyst Vibiz Research Center-Vibiz Consulting