Kospi 17 Juni Masuk Zona Merah, Terendah dalam 19 Bulan

82
kospi korea selatan

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan tidak mampu perpanjang gain sesi sebelumnya pada perdagangan hari Jumat (17/6/2022) setelah rebound dari pelemahan 7 sesi berturut. Indeks Kospi kembali memperpanjang posisi terendah dalam 19 bulan dan secara mingguan kembali bearish.

Kospi awal sesi dibuka turun tajam, mengikuti kerugian besar di Wall Street hingga membuat  indeks merosot lebih dari 2 persen ke bawah 2.400, terendah sejak 5 November 2020. Sentimen tertekan karena kekhawatiran yang mendalam atas resesi ekonomi global di tengah pengetatan moneter agresif Federal Reserve AS untuk menjinakkan lonjakan inflasi. Namun jelang penutupan berhasil memangkas kerugian sebelumnya oleh aksi bargain hunting saham oversold.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup anjlok 10,48 poin atau 0,43 persen, menjadi  2.440,93 Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka hanya menguat  2,16 poin atau 0,67% ke posisi 320.09, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 320.71 dan sempat turun ke posisi terendah di 314.79.

Secara sektoral, sebagian besar saham kapital besar melemah seperti saham pemimpin pasar Samsung Electronics turun 1,81 persen,  pertama kalinya  ditutup di bawah 60.000 won sejak 4 November 2020. Saham raksasa portal internet Naver jatuh ke posisi terendah baru 52 minggu, saham pembuat baterai utama LG Energy Solution anjlok 0,35 persen  dan saham LG Chem turun 1,03 persen.

Pergerakan sebaliknya terjadi pada saham agensi entertainment  K-pop Hybe hingga  naik 0,34 persen  setelah turun 24,87 persen  pada sesi sebelumnya menyusul berita bahwa BTS akan menghentikan aktivitas grup. Kemudian saham Samsung Biologics, cabang biotek dari Samsung Group Korea Selatan, melonjak 3,1 persen  dan saham raksasa farmasi Celltrion naik 2 persen.