Ketahanan Ekonomi Indonesia Menghadapi Sentimen Bearish Global – Domestic Market Outlook, 20-24 June 2022 by Asido Situmorang

182

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Bursa saham domestik minggu ini kembali berada di teritori negatif terpicu kekhawatiran kenaikan inflasi dan perlambatan ekonomi global.
  • Mata uang rupiah berakhir turun minggu ini, tertekan penguatan dolar AS seiring kenaikan suku bunga AS.
  • Data ekonomi Indonesia membaik tercermin dari data surplus perdagangan bulan Mei 2022 dan menurunnya utang luar negeri bulan April 2022. Angka ini berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan perekonomian Indonesia.

Minggu berikutnya, isyu antara prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 20-24 June 2022.

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia melemah terpicu kekhawatiran kenaikan inflasi dan perlambatan ekonomi global. Secara mingguan IHSG ditutup melemah 2.11% ke level 6936.97. Untuk minggu berikutnya (20-24 Juni 2022), IHSG akan menghadapi sentiment bearish dengan keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga 75 bp dan pemangkasan pertumbuhan ekonomi AS. Namun membaiknya data ekonomi Indonesia dapat memberikan sentiment positif, juga bisa terjadi aksi bargain hunting investor yang memanfaatkan harga saham yang turun. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 7.082 dan 7.188. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.810, dan bila tembus ke level 6.605.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu bergerak turun, terpicu kenaikan suku bunga AS yang mendorong dolar AS naik, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir turun 1,57% ke level Rp 14.838. Sementara, dollar global masih mencatatkan penguatan secara mingguannya. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan melanjutkan uptrend-nya, dengan demikian kemungkinan rupiah berkonsolidasi menghadapi sentiment kenaikan suku bunga AS, dalam range antara resistance di level Rp14.863 dan Rp14.973, sementara support di level Rp14.659 dan Rp14.544.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir melemah secara mingguannya, terlihat dari pergerakan naik yield obligasi dan berakhir ke 7,577% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah aksi jual investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury turun.

===

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2022 kembali mencatat surplus, yakni 2,90 miliar dolar AS, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang mencapai 7,56 miliar dolar AS. Kinerja positif tersebut melanjutkan surplus neraca perdagangan Indonesia sejak Mei 2020. Bank Indonesia memandang bahwa surplus neraca perdagangan tersebut telah berkontribusi positif dalam menjaga ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.

Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada April 2022 menurun. Posisi ULN Indonesia pada akhir April 2022 tercatat sebesar 409,5 miliar dolar AS, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada bulan sebelumnya sebesar 412,1 miliar dolar AS. Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan posisi ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral). Secara tahunan, posisi ULN April 2022 terkontraksi 2,2% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 1,0% (yoy).

Berdasarkan data transaksi 13 Juni – 16 Juni 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik jual neto Rp7,34 triliun terdiri dari jual neto di pasar SBN sebesar Rp6,75 triliun dan jual neto di pasar saham sebesar Rp0,59 triliun.

===

Kembali kiranya para pembaca dapat melihat bahwa isyu yang datang dari Amerika Serikat –baik itu tentang kebijakan moneter, arah suku bunga, prospek ekonomi, dan seterusnya– sering memberikan sentuhan dinamika sebagai satu major fundamental yang menjadi penggerak utama pasar. Seperti misalnya berita arah kebijakan the Fed yang kerap mewarnai dan menggerakkan pasar, kadang berdampak bearish dan lain kali mendorong rally pasar. Kita juga akan melihat sejumlah isyu lain yang dapat menggerakkan pasar nantinya. Vibiznews.com akan menjadi partner Anda sebagai investor dalam memantau tiap-tiap pergerakan pasar secara updated dan detail.  Baiklah, terima kasih karena telah bersama kami karena kami ada demi sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!