Rekomendasi Emas Mingguan 20 – 24 Juni 2022: Tangguh Menghadapi Kenaikan Tingkat Bunga the Fed.

363

(Vibiznews – Commodity) Emas mengejutkan pasar pada minggu lalu dengan ketangguhannya dan kestabilannya setelah kenaikan tingkat bunga dari Federal Reserve sebanyak 75 bps yang lebih besar daripada yang seharusnya dan terjadinya volatilitas yang massif di banyak pasar. Tapi dalam jangka pendek kelihatannya tidak ada rally emas yang besar yang bisa terjadi, dan bahkan tidak tertutup kemungkinan harga emas balik turun ke $1,800.

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di $1,871, pada hari Senin harga emas turun tajam ke $1,827 karena naiknya yields dan dolar AS dan meneruskan penurunannya pada hari Selasa ke $1,809. Namun pada hari Rabu berhasil rebound ke $1,823 karena munculnya arus safe-haven di tengah ketidakpastian pasar dan meneruskan kenaikannya pada hari Kamis ke $1,844 ditengah buruknya data ekonomi AS yang keluar menekan turun dolar AS. Pada hari Jumat terkoreksi turun ke $1,841 dengan menguatnya dolar AS secara luas.

Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Senin, tertekan oleh naiknya indeks dollar AS yang diperdagangkan dekat ketinggian selama 20 tahun dan naiknya yields treasury AS ke ketinggian beberapa tahun. Harga emas sebenarnya sempat naik dan menyentuh ketinggian selama lima minggu di $1,872 dalam perdagangan semalam, namun kenaikan ini tidak bertahan lama.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $45.40 ke $1,827.80 per troy ons.

Harga emas turun menyentuh kerendahan selama 4 bulan pada awal perdagangan sesi AS pada hari Selasa. Laporan inflasi dari AS yang lain yang baru keluar pada hari Selasa tidak banyak menolong.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $18.30 ke $1,809,40 per troy ons.

Harga emas naik pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu, karena pembelian safe-haven di tengah meningkatnya ketidakpastian di pasar. Bank sentral AS Federal Reserve dan Uni Eropa, European Central bank menjadi pusat perhatian pada pertengahan minggu di tengah inflasi harga yang problematik yang bisa berdampak lebih serius terhadap pasar keuangan global.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus naik $14.30 ke $1,823.80 per troy ons.

Harga emas berhasil masuk ke teritori positip dan menarik minat beli dari investor dengan Federal Reserve Philladelphia mengatakan bahwa sektor manufaktur regional telah terkontraksi sejak bulan Juni. Pada hari Kamis, bank sentral regional ini mengatakan bahwa outlook bisnis manufakturnya jatuh ke – 3.3 untuk bulan Juni, turun dari angka bulan Mei di 2.6. Data ini juga meleset dari yang diperkirakan konsensus pasar yang mengatakan kenaikan sebesar 5.1.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus naik $21.70 ke $1,844.20 per troy ons.

Harga emas turun pada awal perdagangan sesi AS hari Jumat karena menguatnya dollar AS secara luas. Para trader mengambil langkah mundur untuk menilai ulang satu minggu yang penuh dengan perkembangan dari bank sentral – bank sentral utama dunia, termasuk kenaikan tingkat bunga yang agresif dari Federal Reserve pada hari Rabu sore kemarin.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus yang turun $7.70 ke $1.841.69 per troy ons.

Reaksi emas terhadap keputusan the Fed yang menaikkan tingkat suku bunganya sebesar 75 bps – kenaikan terbesar sejak tahun 1994 – sangat mengagumkan. Kepala the Fed Jerome Powell juga memberikan signal bahwa kenaikan tingkat bunga berikutnya sebanyak 75 bps pada bulan Juli kemungkinan bisa terjadi lagi. Sekarang yang dinamakan dengan “softish landing” akan tergantung lebih banyak kepada faktor-faktor external seperti harga – harga komoditi lainnya.

Setelah menggali lebih dalam akan informasi dari hasil pertemuan FOMC the Fed, pasar saham mengalami kejatuhan yang tajam, sementara emas mengalami rally sekitar $40 pada hari Kamis minggu lalu. Namun rally tersebut hanya berlangsung sebentar saja. Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $1.841 per troy ons.

Performa emas saat ini relatip mengejutkan karena biasanya harga emas sangat berlawanan dengan kebijakan tingkat bunga the Fed dan tingkat bunga riil. Pasar sekarang menaikkan ekspektasi tingkat bunga dari the Fed dari 2.7% pada pertengahan bulan Mei menjadi 3.6% sekarang.

Selain itu performa emas dibandingkan dengan pasar lainnya juga mencolok. Pasar yang lain bahkan yang biasanya lebih safe-haven seperti dollar AS menjadi sangat volatile pada saat the Fed mengumumkan hasil pertemuan FOMC-nya. Sementara emas relatip rendah volatilitasnya alias stabil. Ini adalah tanda-tanda kekuatan dari emas, tetap stabil bahkan ditengah kekacauan yang melanda assets lainnya. Dalam hitungan setahun, harga emas mendatar, hanya naik 0.5%. Meskipun demikian, ketangguhan dari emas tidak berarti suatu rally kenaikan sudah akan segera datang.

Pergerakan harga emas belakangan ini terlihat mengalami rally dengan cepat dan lalu terkoreksi tajam. Kelihatannya pola seperti ini bisa berlanjut sampai pertemuan the Fed pada bulan Juli. Harga emas akan bergerak dalam rentang yang terbatas dan mandek diperdagangkan sideways sampai kelihatan apakah the Fed akan menaikkan tingkat bunga yang besar kembali. Kenaikan tingkat bunga biasanya kabar buruk bagi emas. Namun ketika inflasi setinggi sekarang, the Fed kelihatannya tidak ada cara lain kecuali menaikkan tingkat bunganya sampai beberapa kali.

Walaupun inflasi tetap merupakan salah satu penggerak utama kenaikan harga emas, resiko meningkatnya resesi bisa mendorong pembelian emas tambahan apabila investor terus takut mengalami kerugian pada assets investasi lainnya.

Emas telah melakukan pekerjaan yang spektakuler dengan tidak jatuh pada saat the Fed menaikkan tingkat bunganya sampai 0.75 bps dalam sekali kenaikan, namun hal ini tidak berarti harga emas tidak bisa terkoreksi kembali ke $1,800.

Pemikiran dibalik pernyataan di atas adalah akan persistennya the Fed, yang tidak akan menyerah untuk melakukan kenaikan tingkat bunga secara agresif pada saat pertamakali  ekonomi berada dalam kesukaran. The Fed tidak akan mengubah pikirannya dengan tiba-tiba segera. Kemungkinan masih akan ada lagi lebih banyak kenaikan tingkat bunga yang agresif di dalam menghadapi tekanan inflasi yang kuat yang akan bisa membawa emas kembali ke kerendahan di bulan Mei.

Dan hal ini berarti harga emas dalam jangka pendek akan bisa kembali ke rentang harga $1,824 – $1,808. Bahkan masih bisa turun di bawah $1,800 pada akhir tahun. Terlalu cepat untuk beranggapan bahwa the Fed akan berbalik arah pada saat pertama kali melihat tanda-tanda persoalan terjadi di dalam ekonomi AS. Apakah itu situasi dimana pertumbuhan ekonomi AS mulai melambat atau tanda persoalan lainnya. Meskipun demikian kemungkinan tidak ada pergerakan inflasi yang signifikan sampai bulan September atau Oktober.

Dari data makro ekonomi minggu ini, data perumahan akan menjadi elemen vital untuk diperhatikan. Hal kunci yang harus diamati adalah dampak dari kenaikan tingkat bunga the Fed terhadap ekonomi AS, termasuk pasar perumahan.

Dengan Federal Reserve memberikan signal bahwa mereka memiliki kekuatan untuk memerangi inflasi, kita harus memperkirakan akan ada kenaikan tingkat bunga yang signifikan kembali pada bulan-bulan yang akan datang. Namun dengan maju makin keras dan cepat ke teritori restriktif, ada resiko yang lebih besar akan terjadinya pendaratan yang keras dan potensi resesi. Pasar perumahan khususnya rentan terhadap kenaikan harga yang telah mencapai hampir 40% secara nasional sejak permulaan terjadinya pandemi yang disebabkan dan dibakar oleh bensin stimulus yang sangat besar yang mengatasi supply penjualan property yang terbatas.

Selain data perumahan, perlu diperhatikan juga data PMI manufaktur dan jasa yang akan keluar pada hari Kamis yang bisa mengukur kecepatan pertumbuhan ekonomi AS.

Event lainnya yang harus dimonitor pada minggu ini adalah testimoni dari Powell di depan Senate Banking, Housing, and Urban Affairs Committee pada hari Rabu dan the House Financial Services Committee pada hari Kamis.

“Support” terdekat menunggu di $1,825 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,810 dan kemudian $1,800.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,850 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,875 dan kemudian $1,882.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido