Rekomendasi EUR/USD Mingguan 20 – 24 Juni 2022: EUR Masih Belum Bisa Mengalahkan USD?.

314

(Vibiznews – Forex) Minggu lalu, para bank sentral membuat volatilitas yang besar pada pasar forex yang mengakibatkan EUR/USD diperdagangkan dalam rentang harga paling rendah di 1.0358 dan paling tinggi di 1.0601. Pasangan matauang ini ditutup sedikit di atas batas psikologis 1.0400 dengan para pembeli dollar AS terombang-ambing antara ketakutan akan resesi dan permintaan akan keamanan.

Memulai minggu perdagangan yang baru pada minggu lalu di 1.0515, EUR/USD pada hari Senin memperpanjang penurunannya diperdagangkan di sekitar 1.0424. Selanjutnya EUR/USD kehilangan momentum bullish-nya dan turun ke bawah 1.0400 mengarah ke 1.3050 di sekitar 1.0389 setelah ECB mengumumkan akan menerapkan flexibilitas di dalam investasi ulang PEPP pada hari Rabu. Namun pada jam perdagangan sesi AS malam hari Kamis, EUR/USD berbalik naik dan diperdagangkan mengarah ke 1.0600 di sekitar 1.0534 karena berbalik melemahnya dollar AS. Pada hari Jumat, EUR/USD terkoreksi turun dan diperdagangkan di sekitar 1.0492 dengan menguatnya dollar AS secara luas.

EUR/USD memperpanjang penurunannya dan jatuh di bawah 1.0450 diperdagangkan di sekitar 1.0424 pada awal perdagangan sesi Amerika hari Senin. Dengan indeks saham utama di bursa Wall Street menderita kerugian besar setelah bel pembukaan perdagangan sesi New York dimulai, dollar AS terus mengumpulkan kekuatan sebagai asset safe-haven dan membebani pasangan matauang EUR/USD.

Keengganan terhadap resiko menjadi tema utama pada permulaan minggu perdagangan yang baru setelah inflasi AS menyentuh ketinggian lebih dari 40 tahun yang baru pada bulan Mei, sebagaimana yang dilaporkan pada hari Jumat minggu lalu. Federal Reserve AS akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter pada hari Kamis yang akan datang dan investor menaikkan pertaruhan potensi the Fed menaikkan tingkat bunganya sebesar 75 bps sebaliknya dari hanya 50 bps sebagaimana dengan yang telah diantisipasikan sebelumnya oleh para pembuat kebijakan.

Yields treasury AS membumbung ke ketinggian beberapa tahun, dengan surat berharga 10 tahun naik ke 3.250% dan yield surat berharga 2 tahun naik ke 3.249% dengan kurvanya mengalami inversi sebentar untuk pertama kalinya dalam tiga bulan. Kurva yield yang inversi biasanya dipandang sebagai pertanda akan terjadinya resesi.

Sementara itu, indeks saham Eropa berada di bawah tekanan jual yang kuat yang membebani Wall Street berjangka. Indeks-indeks saham AS sedang menuju ke kerendahan bulan Mei dan bersiap untuk jatuh ke level yang terakhir terjadi pada pertengahan bulan Februari.

Setelah sempat turun ke 1.0396 pada hari Selasa EUR/USD bangkit ke 1.0484. dengan dollar AS berjuang untuk bisa mempertahankan keuntungannya yang impresif pada hari Senin. Data dari AS menunjukkan bahwa inflasi tahunan dari produsen sebagaimana yang diukur oleh Producer Price Index bulan Mei sebagian besar tidak berubah di 10.8%. Namun lebih baik daripada yang diperkirakan sehingga menekan turun dollar AS.

Namun selanjutnya sentimen pasar memburuk dengan investor mencoba menggali kemungkinan Federal Reserve AS menaikkan tingkat bunga sebanyak 75 bps.

Rumor yang berkembang ini mengirim saham-saham AS jatuh bebas ditengah memuncaknya ketakutan akan resesi. Rumor ini menunjukkan bagaimana kuatirnya dunia keuangan terhadap resesi yang akan datang.

Inflasi Jerman dikonfirmasi berada di 7.9% per tahun pada bulan Mei. Survey mengenai sentimen ekonomi oleh ZEW membukukan sedikit perbaikan meskipun meleset dari yang diperkirakan pasar. Jerman dan Uni Eropa sama-sama mencetak angka di – 28.

EUR/USD kehilangan momentum bullish-nya dan turun ke bawah 1.0400 di sekitar 1.0389 setelah ECB mengumumkan akan menerapkan flexibilitas di dalam investasi ulang PEPP pada hari Rabu.

Pasangan matauang EUR/USD turun dari ketinggian intraday di 1.0507 dan pada jam perdagangan sesi AS, telah turun di sekitar 1.0386.

Selain itu pasar juga menaruh perhatian kepada pertemuan darurat dari European Central Bank. Dewan gubernur bank sentral Uni Eropa ini akan mendiskusikan kondisi pasar saat ini. Itali, Spanyol dan Yunani sebagai negara dengan ekonomi lebih lemah di zona euro, mengalami kenaikan yields obligasi yang meroket. Pasar kuatir hal ini bisa menjalar ke negara Uni Eropa lainnya. Hal ini membebani matauang bersama Eropa.

Selain itu, pelemahan euro lebih lanjut, berasal dari munculnya data ekonomi Uni Eropa  yang mengecewakan. Industrial Production turun 2% pada bulan April, lebih buruk daripada yang diantisipasikan. Sementara itu, AS mempublikasikan Retail Sales yang turun sebesar 0.3% meleset dari yang diperkirakan kenaikan sebesar 0.2%.

EUR/USD mula-mula terus diperdagangkan di teritori negatip di sekitar 1.0392 pada hari Kamis pagi. Namun kenaikan yang tajam yang terjadi pada EUR/GBP setelah keluarnya keputusan tingkat bunga BoE membantu pasangan matauang ini membatasi kerugiannya meskipun dollar AS menguat secara luas.

Pada jam perdagangan sesi AS malam hari, EUR/USD berbalik naik dan diperdagangkan di sekitar 1.0534 karena berbalik melemahnya dollar AS.

Dolar AS berbalik melemah karena buruknya data ekonomi AS yang keluar. Federal Reserve Philladelphia mengatakan bahwa sektor manufaktur regional telah terkontraksi sejak bulan Juni. Pada hari Kamis, bank sentral regional ini mengatakan bahwa outlook bisnis manufakturnya jatuh ke – 3.3 untuk bulan Juni, turun dari angka bulan Mei di 2.6. Data ini juga meleset dari yang diperkirakan konsensus pasar yang mengatakan kenaikan sebesar 5.1.

Data perumahan AS bulan Mei turun lebih daripada yang diperkirakan. Housing Stars turun 14.4%. Pada saat yang bersamaan Building Permits turun 7%.

Setelah ECB selesai melakukan pertemuan daruratnya, sentimen pasar membaik dan menyebabkan euro dapat tahan menghadapi kekuatan dollar AS. Namun hal ini tetap tidak dapat menutupi kesenjangan dalam hal kebijakan moneter antara ECB dengan bank sentral utama lainnya, khususnya Federal Reserve AS.

The Fed menaikkan tingkat bunganya sebanyak 75 bps pada bulan Juni. Meskipun kepala FOMC Jerome Powell menahan diri dengan tidak memberikan konfirmasi bahwa mereka akan menaikkan tingkat bunga dalam jumlah yang sama nanti di bulan Juli. Dot plot dari the Fed menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan memperkirakan tingkat bunga akan sudah naik menjadi 3.4% pada akhir tahun.

Dinamika di sekitar dollar AS, yields dan tren resiko tetap bermain dengan kepanikan melanda sentimen pasar ketika sekali lagi Swiss National Bank (SNB) juga mengumumkan satu kejutan dengan menaikkan tingkat bunga sebesar 50 bps pada hari Kamis yang mengingatkan investor bahwa ECB ketinggalan dibelakang dalam kurva pengetatan.

EUR/USD diperdagangkan disekitar 1.0492, menghapus sebagian besar dari keuntungan yang diperoleh setelah keputusan bank sentral AS. Pada hari Jumat, kepala FOMC the Fed Jerome Powell mengulangi bahwa mereka sangat fokus kepada mengembalikan inflasi menjadi 2% dan indeks dolar AS mengalami kenaikan sebesar 0.7% dalam sehari.

Setelah mengetes ketinggian di 1.0600 pada hari Kamis, EUR/USD terkoreksi turun dengan menguatnya dollar AS secara luas. Namun lingkunga pasar yang positip terhadap resiko membantu matauang bersama Eropa ini membatasi kerugiannya lebih jauh.

Pada minggu ini, dari AS, data perumahan dan testimoni kepala the Fed Jerome Powell akan menjadi elemen vital untuk diperhatikan

Hal kunci yang harus diamati adalah dampak dari kenaikan tingkat bunga the Fed terhadap ekonomi AS, termasuk pasar perumahan.

Dengan Federal Reserve memberikan signal bahwa mereka memiliki kekuatan untuk memerangi inflasi, kita harus memperkirakan akan ada kenaikan tingkat bunga yang signifikan kembali pada bulan-bulan yang akan datang. Namun dengan maju makin keras dan cepat ke teritori restriktif, ada resiko yang lebih besar akan terjadinya pendaratan yang keras dan potensi resesi. Pasar perumahan khususnya rentan terhadap kenaikan harga yang telah mencapai hampir 40% secara nasional sejak permulaan terjadinya pandemi yang disebabkan dan dibakar oleh bensin stimulus yang sangat besar yang mengatasi supply penjualan property yang terbatas.

Selain data perumahan, perlu diperhatikan juga data PMI manufaktur dan jasa yang akan keluar pada hari Kamis yang bisa mengukur kecepatan pertumbuhan ekonomi AS.

Pada hari Jumat, AS akan mempublikasikan revisi data Michigan Consumer Sentiment yang bisa memberikan kesempatan trading yang baru bagi para trader EUR/USD.

Event lainnya yang harus dimonitor pada minggu ini adalah testimoni dari Powell di depan Senate Banking, Housing, and Urban Affairs Committee pada hari Rabu dan the House Financial Services Committee pada hari Kamis.

Dari Uni Eropa, pada minggu ini:

Pada hari Senin akan dipublikasikan:

Producer Price Index (PPI) Mei M/M Jerman yang diperkirakan akan naik dari 2,8% menjadi 3.3%. Sementara untuk angka Y/Y juga diperkirakan akan meningkat dari 33,5% menjadi 35.1%

Pada hari Rabu akan dipublikasikan:

Consumer Confidence Eropa Juni yang diperkirakan akan memburuk dari sebelumnya – 21.1 menjadi 21.4.

Pada hari Kamis akan dipublikasikan:

PMI Manufaktur & Jasa Jerman dimana untuk manufaktur diperkirakan sama sedangkan untuk jasa diperkirakan berkurang dari sebelumnya 55.0 menjadi 54.4. Dan PMI Manufaktur & Jasa Eropa dimana untuk manufaktur diperkirakan relatip sama sedangkan untuk jasa diperkirakan berkurang dari sebelumnya 56.1 menjadi 55.2.

Pada hari Jumat akan dipublikasikan:

Ifo Business Climate Index Juni Jerman yang diperkirakan berkurang dari sebelumnya 93.0 menjadi 92.3.

Selain itu pasar juga akan memperhatikan Pertemuan Tingkat Tinggi dari para pemimpin Uni Eropa pada hari Jumat.

Kelihatannya pada minggu ini EUR masih belum bisa mengalahkan USD.

“Support” terdekat menunggu di 1.0480  yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0460 dan kemudian 1.0400. “Resistance” terdekat menunggu di 1.0550 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.0600 dan kemudian 1.0640.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.