Transaksi Uang Elektronik Kian Marak

414
Digital Banking

(Vibiznews – Banking & Insurance) – Perkembangan zaman membuat segala sesuatu dilakukan dengan tehnologi digital demikian juga dengan sistem pembayaran serta akselerasi digital banking telah mendorong bisnis perbankan. Hal ini terlihat dari peningkatan transaksi uang elektronik di sektor perbankan khususnya dipicu saat pandemi Covid-19. Banyak orang mulai meninggalkan sistem pembayaran cara lama dengan digital banking.

Bank-bank apa saja yang telah menikmati keuntungan dengan transaksi digital banking atau uang elektronik?

Bank Mandiri
Bank Mandiri mencatatkan frekuensi transaksi Mandiri eMoney mencapai 467 juta dengan nilai mencapai Rp 8,2 triliun pada Mei 2022. SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi mengatakan, peningkatan itu terjadi karena aktivitas masyarakat kembali naik.

“Hal ini mendorong pertumbuhan transaksi, khususnya di sektor transportasi dan Bank Mandiri juga rutin melakukan kegiatan promo Mandiri eMoney baik dari penjualan kartu maupun transaksi top up,” demikian ungkap Thomas kepada media, Senin (20/6).

Untuk saat ini, mayoritas transaksi uang elektronik bank bersandi BMRI ini berasal dari sektor transportasi baik jalan tol maupun non tol. Kemudian diikuti transaksi dari sektor retail lainnya.

Dengan realisasi tersebut, perusahaan optimistis transaksi uang elektronik akan terus meningkat. Thomas memperkirakan, frekuensi transaksi uang elektronik bisa mencapai 1 miliar dengan nilai Rp 17 triliun sampai akhir tahun.

Bank DKI
Sementara itu, transaksi QRIS JakOne Mobile Bank DKI tumbuh 561% yoy pada Mei 2022. JakOne Mobile merupakan aplikasi layanan keuangan digital yang terdiri mobile banking dan uang elektronik.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini menyebut, jumlah pengguna JakOne Mobile mencapai 1,7 juta dengan nilai transaksi mencapai Rp 1,3 triliun, serta volume transaksi mencapai 1,6 juta transaksi.

“Bank DKI juga terus melakukan pengembangan terhadap produk dan layanan perbankan digital yang dimiliki Bank DKI melalui JakOne Community Apps untuk mengakomodasi perubahan perilaku nasabah dan masyarakat yang semakin bergerak ke arah layanan digital,” terang dia.

JakOne Community Apps merupakan layanan perbankan digital untuk mendorong penerapan inklusi keuangan serta pengembangan produk dan layanan digital. JakOne Community Apps sendiri terdiri dari JakOne Mobile, JakOne Abank, JakOne Erte, JakOne Artri, dan Ancol Apps.

Bank BCA
Sama halnya dengan bank-bank lain, transaksi uang elektronik Bank BCA juga terus meningkat setiap tahun. Hingga April 2022 saja, frekuensi transaksi Flazz BCA mencapai 207 juta transaksi.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn berharap nasabah setia dapat memanfaatkan Flazz sebagai salah satu alat pembayaran untuk mendukung gerakan non tunai dan cashless society.
“BCA menawarkan kemudahan bertransaksi dan Top Up Flazz melalui BCA mobile, menambah variasi design Flazz, menambah partnership penjualan atau co-branding Flazz serta memperluas acceptance Flazz, sehingga penggunaan kartu-kartu yang beredar semakin optimal,” jelasnya.

Belinda Kosasih/ Partner of Banking Business Services/Vibiz Consulting