IHSG Kamis Siang Melemah 0,5% ke Level 6.947; Bursa Asia Variatif

63
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis siang ini (23/6) terpantau berakhir melemah 36,419 poin (0,52%) ke level 6.947,892 setelah dibuka turun ke level 6.969,875. IHSG melemah di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia siang ini variatif di tengah investor terus mencermati ancaman resesi serta Wall Street yang berakhir menurun.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau menguat 0,17% atau 25 poin ke level Rp 14.842, dengan dollar AS di pasar uang Asia terkoreksi tipis setelah turun perlahan 3 hari di sesi global sebelumnya; lanjutkan koreksi sebelumnya di tengah pasar yang concern bahwa kenaikan bunga bank sentral global akan menimbulkan risiko resesi dunia. Rupiah menguat dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.867.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah 14,436 poin (0,21%) ke level 6.969,875. Sedangkan indeks LQ45 turun 1,591 poin (0,16%) ke level 1.007,165. Siang ini IHSG melemah 36,419 poin (0,52%) ke level 6.947,892. Sementara LQ45 terlihat turun 0,49% atau 4,939 poin ke level 1.003,817.

Siang ini delapan dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor transport yang merosot 3,22%, diikuti sektor energy yang turun 1,93%.

Tercatat sebanyak 157 saham naik, 336 saham turun dan 167 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 813.203 kali transaksi sebanyak 17,249 miliar lembar saham senilai Rp 9,069 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat mixed bias menguat, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,15%, dan Hang Seng yang naik 1,84%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Vale Indonesia (INCO) -6,67%, Timah (TINS) -5,88%, Adaro Minerals (ADMR) -4,58%, dan Adaro Energy (ADRO) -3,63%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak melemah bertahap di hari keduanya, sementara bursa kawasan Asia variatif di tengah investor terus mencermati ancaman resesi global. Berikutnya IHSG kemungkinan akan bertahan di zona hijaunya dan berkonsolidasi sejenak, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.138 dan 7.258. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.859, dan bila tembus ke level 6.804.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group