Rekomendasi Minyak 23 Juni 2022: Berbalik Turun di Tengah Ketakutan Resesi

143

(Vibiznews – Commodity) Harga minyak mentah berjangka benchmark Amerika, West Texas Intermediate (WTI) di bursa Nymex pada hari Rabu berbalik turun ke sekitar $102.39 , level terendah selama 5 minggu. di tengah ketakutan akan resesi.

Harga minyak mentah WTI memperpanjang penurunannya setelah jatuh menembus support krusial di $109.00.

Ketakutan akan resesi di negara – negara Barat meningkat dengan tingkat inflasi yang semakin tinggi menuntut dilakukannya langkah-langkah pengetatan quantitative dari para bank sentral. Beberapa bank sentral utama dunia telah menaikkan tingkat suku bunga kuncinya pada bulan Juni secara signifikan.

Swiss National Bank (SNB) menaikkan tingkat bunganya untuk pertama kalinya dalam 15 tahun. SNB menaikkan tingkat bunganya sebesar 50 bps.

Untuk menjinakkan inflasi yang menanjak tinggi, kelihatannya kenaikan tingkat bunga sebesar 50 bps adalah suatu “new normal”.

Beberapa bank sentral malah sudah lebih hawkish seperti Federal Reserve AS yang mengumumkan kenaikan tingkat bunganya sebesar 75 bps melampaui “new normal”.

Naiknya tingkat suku bunga akan menekan turun permintaan aggregate dan menurunkan permintaan akan minyak mentah di tengah ancaman resesi.

Saat ini investor mengabaikan ekspektasi kenaikan permintaan memasuki musim panas di AS. Selain itu pasar juga mengabaikan ketatnya supply minyak mentah saat ini.

“Support” terdekat menunggu di $102.00 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $101.59 dan kemudian $100.78. “Resistance” yang terdekat menunggu di $103.96 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $104.42 dan kemudian $105.26.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido.