Forex Dolar AS 24 Juni: Kuat Lawan Rival Utama Kecuali Terhadap Yen

132
dolar kuat

(Vibiznews – Forex) – Posisi dolar AS dalam indeks dolar pada akhir perdagangan forex sesi Amerika hari Jumat dinihari (24/6/2022) ditutup menguat terhadap beberapa rival utama kecuali terhadap yen Jepang,  di tengah penurunan perdagangan aset risiko karena meningkatnya kemungkinan resesi.

Rencana The Fed untuk secara agresif menaikkan suku bunga untuk memerangi inflasi telah menyebabkan kekhawatiran kebijakan moneter yang lebih ketat akan mengarahkan ekonomi ke dalam resesi.

Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Perbankan Senat pada hari terakhir, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali komitmennya untuk bergerak cepat tanpa syarat guna menurunkan inflasi kembali.

Data dari Departemen Tenaga Kerja menunjukkan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS sedikit lebih rendah di pekan yang berakhir 18 Juni, turun menjadi 229.000, turun 2.000 dari level minggu sebelumnya di 231.000. Masih lebih tinggi dari ekspektasi penurunan 227.000.

Terdapata data yang mengecewakan yaitu  data flash PMI Manufaktur di AS bulan Juni turun menjadi 52,4  dari 57 pada bulan Mei,  merupakan pertumbuhan paling lambat dalam aktivitas pabrik dalam hampir dua tahun.

Silahkan klik jika ingin join Telegram Vibiznews

Indeks dolar yang menunjukkan kekuatan dolar AS terhadap semua rival utamanya sempat mencapai titik tertinggi di sekitar 104,76 setelah dibuka pada posisi 104.21, kemudian  ditutup menguat 0,18 persen ke 104,38. Pergerakan selanjutnya berpotensi bergerak koreksi.

Terhadap Euro, dolar AS menguat menjadi $ 1,0524 dari $ 1,0569. Demikian terhadap poundsterling, menguat  tipis pada $1,2261  dari penutupan sebelumnya di $1,2262. Terhadap Aussie, dolar menguat di 0,6895. Franc Swiss turun sedikit pada 0,9614 per dolar.

Namun terjadi pergerakan sebaliknya terhadap  mata uang Jepang, dolar melemah menjadi 134,98 yen per unit, anjlok hampir 1% lebih rendah dari penutupan sebelumnya di posisi  136,24 yen.