Indeks Utama Wall Street Tertinggi 2 Pekan, Abaikan Buruknya Data PMI Manufaktur

75

(Vibiznews – Index) – Bursa Amerika Serikat berhasil memangkas kerugian perdagangan beberapa sesi dengan semua indeks utamanya cetak gain yang lumayan pada penutupan sesi Jumat dinihari (24/6/2022). Semua indeks utama rebound dan ditutup pada posisi tertinggi dalam 2 pekan.

Indeks Dow Jones  ditutup  naik 194,23 poin atau 0,6 persen menjadi 30.677,36, indeks Nasdaq melonjak 179,11 poin atau 1,6 persen menjadi 11.232,19 dan indeks S&P 500 melonjak 35,84 poin atau 1 persen pada 3.795,73.

Kekuatan saham Wall Street tersebut dipicu oleh aksi bargain hunting yang mengabaikan komentar hawkish dari beberapa pembuat kebijakan Fed serta rilis data ekonomi PMI manufaktur yang mengecewakan.

Pasar masih terus memantau kesaksian hari terakhir  Ketua Federal Reserve Jerome Powell di hadapan Komite Jasa Keuangan Senat AS,  Powell mengatakan komitmen bank sentral untuk memerangi inflasi adalah  tanpa syarat.

Kemudian terdapat berita pidato yang hawkish dari 2 pejabat tinggi the Fed yaitu Michelle Bowman dan Christopher Waller yang mendukung kenaikan 75bps lainnya pada pertemuan kebijakan berikutnya di bulan Juli.

Dari laporan ekonomi yang dirilis, data flash PMI Manufaktur di AS bulan Juni turun menjadi 52,4  dari 57 pada bulan Mei,  merupakan pertumbuhan paling lambat dalam aktivitas pabrik dalam hampir dua tahun.

Sementara itu Departemen Tenaga Kerja merilis laporan yang menunjukkan klaim pertama kali untuk tunjangan pengangguran AS sedikit lebih rendah dalam pekan yang berakhir 18 Juni. Klaim pengangguran awal turun ke 229.000, turun 2.000 dari level revisi minggu sebelumnya di 231.000.

Secara sektoral, penguatan saham dipimpin oleh saham bioteknologi yang bergerak naik tajam hingga mendorong NYSE Arca Biotechnology Index naik 4,4 persen. Sektor lainnya terlihat  di antara saham perumahan, sebagaimana tercermin oleh lonjakan 3,1 persen oleh Philadelphia Housing Sector Index.

Pergerakan sebaliknya terlihat pada saham energi yang memperpanjang aksi jual  sesi sebelumnya karena harga minyak mentah menunjukkan penurunan tajam lainnya. Terpantau Philadelphia Oil Service Index anjlok 4,8 persen dan NYSE Arca Oil Index anjlok 3,7 persen.

Saham American Airlines turun 3% setelah menghentikan layanan ke empat kota kecil di AS dan saham United Airlines turun 5% karena mengurangi penerbangan keluar dari Newark sebesar 12%.