Harga Jagung Naik Pada Akhir Minggu

93

(Vibiznews – Commodity) – Harga jagung pada akhir minggu naik dari penurunan yang terjadi selama minggu ini. Meningkatnya penjualan ekspor mingguan setelah Laporan Penjualan Ekspor Mingguan pada hari Jumat. Harga jagung mengalami kesulitan untuk naik karena kekhawatiran akan adanya resesi, dan pola cuaca yang berbeda.

Harga jagung Desember di CBOT Naik 18.50 sen menjadi $6.75 per bushel.

Harga jagung naik pada akhir minggu setelah Laporan Penjualan Ekspor Mingguan sebesar 617,919 MT penjualan sampai minggu ini 16 Juni, penjualan tertinggi 7 minggu diatas perkiraan. Pengiriman ekspor sebesar 1.147 MMT sehingga total ekspor 50.216 MMT atau 80.7% dari perkiraan USDA. Dari persediaan baru penjualan 358,407 MT pada minggu ini, ada dalam perkiraan dan penjualan forward totalnya menjadi 6.257 MMT.

The IGC memperkirakan produksi jagung 2022/23 sebesar 1.184 milyar MT turun dari 1.197 milyar dari perkiraan sebelumnya dan dibawah produksi tahun lalu 1.214 milyar.

Tekanan pada progress panen di Brazil karena kekeringan sehingga perkiraan panen sebesar 4.57 milyar bushel.

Pada minggu depan kekeringan akan menyebar sampai 40% dari area penanaman jagung dan kedelai AS, sebelum hujan turun di sepertiga dari ladang biji-bijian tersebut menurut Commodity Weather Group.

The Ukrainian Ag Ministry melaporkan penanaman jagung musim semi sudah selesai 4.6 juta ha area jagung turun dibanding tahun lalu 5.5 juta . Secara persentase dari semua area pertanian musim semi penanaman jagung 34% pada 13.4 juta Ha, naik dari 32.5% dari 16.9 juta Ha dari tahun lalu.

Analisa tehnikal untuk jagung dengan support di $651 dan resistant di $7.26.

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting