Bursa Saham Asia-Pasifik Anjlok pada Pembukaan Pasar, Kamis (30/06)

193

(Vibiznews – Index) – Bursa saham di Asia Pasifik anjlok pada pembukaan pasar pada hari Kamis (30/06) karena investor menunggu data dari China.

Nikkei 225 di Jepang turun 0,72% di awal perdagangan, sedangkan Topix tergelincir 0,76 persen.

Di Australia, S&P/ASX 200 turun 0,33 persen.

Kospi Korea Selatan turun 0,76%, sedangkan Kosdaq turun 0,19 persen.

Indeks MSCI dari saham Asia-Pasifik turun 0,22 persen

Dalam berita ekonomi, Indeks Manajer Pembelian manufaktur resmi China untuk Juni akan diumumkan Kamis malam. Menurut jajak pendapat Reuters, analis memperkirakan angka 50,5, yang mewakili ekspansi aktivitas pabrik dari bulan sebelumnya.

Tanda 50 poin memisahkan pertumbuhan dari kontraksi, dan indeks telah berada di bawah 50 sejak Maret.

Output pabrik Korea Selatan tumbuh ringan di bulan Mei, menurut data pemerintah. Produksi industri meningkat 0,1% dari angka April. Output sektor jasa tumbuh 1,1% di bulan Mei.

Produksi industri Jepang turun 7,2% pada Mei, demikian data yang dirilis pemerintah Jepang.

Dalam berita perusahaan, Toyota Motor meleset dari target produksi bulanannya di bulan Mei untuk bulan ketiga berturut-turut, lapor Reuters.

Sementara itu, Hyundai Motor telah memutuskan untuk menunda peluncuran mobil hidrogen yang bernama SUV Nexo, mengutip sebuah surat kabar Korea Selatan.

Semalam di A.S., saham berfluktuasi pada hari Rabu setelah rata-rata utama melakukan upaya gagal pada pemantulan di sesi sebelumnya, dan karena pasar bersiap untuk menutup semester pertama dari tahun terburuk sejak 1970.

Dow Jones Industrial Average mengakhiri sesi dengan berhasil naik 82,32 poin, atau 0,27%, menjadi 31.029,31, sementara tolok ukur lainnya ditutup sedikit lebih rendah. S&P 500 turun 0,07% menjadi 3.818,83, dan Nasdaq Composite yang sarat teknologi turun tipis 0,03% menjadi 11.177,89.

Bursa Wall Street Ditutup Mixed, PDB Amerika Serikat Kontraksi

Kenaikan suku bunga, ketakutan akan resesi dan kekhawatiran akan ancaman inflasi telah menjangkiti pasar.

Mata uang dan minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 105,057, naik dari bawah 104 di awal minggu.

Yen Jepang diperdagangkan pada 136,6 per dolar, setelah sempat menembus level 137. Dolar Australia berada di $0,6872.

Minyak mentah berjangka AS turun 0,11% menjadi $ 109,66 per barel.

Selasti Panjaitan/Vibiznews