Mengintip Harga Minyak Dunia di Bulan Juli 2022 Setelah Terkoreksi dari Tertinggi 1 Dekade

363

(Vibiznews – Commodity) – Harga minyak mentah dunia di pasar komoditas berjangka sepanjang bulan Juni alami penurunan cukup signifikan setelah selama 7 bulan berturut bergerak kuat hingga mencapai tertinggi 1 dekade lebih.

Untuk pergerakan harga minyak mentah dunia baik minyak berjangka WTI AS dan juga Brent periode bulan Juli diperkirakan masih akan terkoreksi oleh proyeksi berlanjutnya sentimen negatif perdagangan pada bulan Juni.

Mengawali sesi Eropa hari Kamis (30/6/2022) yang merupakan ujung perdagangan bulan Juni terpantau melemah. Kedua benchmark harga minyak dunia baik WTI dan juga Brent turun  ke posisi hampir  sepekan.

Amblasnya harga minyak sepanjang bulan Juni paling banyak dipicu oleh 2 sentimen dibawah ini seperti:

  1. Kekhawatiran perlambatan ekonomi yang didorong oleh tindakan agresif bank sentral untuk memerangi lonjakan inflasi membebani pasar minyak bulan ini. Seperti yang diketahui pada bulan ini the Fed telah menaikkan suku bunganya sebesar 0,75 basis poin, yang merupakan kenaikan paling agresif sejak 1994. Sikap the Fed ini diikuti oleh beberapa bank sentral global yang dapat memicu terjadinya resesi ekonomi, sehingga menekan permintaan minyak secara global.
  2. Meningkatnya pasokan minyak mentah Amerika Serikat, periode bulan Juni menurut data American Petroleum Institute pasokan meningkat sebanyak 4567 juta barel setelah periode bulan sebelumnya hanya 1646 juta barel.United States API Distillate Stocks

Minyak Berjangka WTI Amerika Serikat

Harga  patokan minyak mentah Amerika Serikat ini masih naik sekitar 45% tahun ini meskipun sepanjang bulan Juni telah anjlok sebanyak US$ 2 atau 1,87% ke posisi US$109,86 per barel.

Untuk pergerakan harga minyak berjangka WTI secara teknikal periode bulan Juli diperkirakan memiliki kisaran resisten di posisi 120,85 – 133,75 dan juga memiliki kisaran support di 101.50 – 87.67.

Minyak Brent

Harga patokan minyak dunia ini masih naik sekitar 51% tahun ini meskipun sepanjang bulan Juni telah anjlok sebanyak  0,30% ke posisi US$116,13 per barel.

Untuk pergerakan harga minyak berjangka WTI secara teknikal periode bulan Juli diperkirakan memiliki kisaran resisten di posisi 123,25 – 131,88 dan juga memiliki kisaran support di 104.67 – 92.62.

Namun terdapat beberapa sentimen yang dapat mengangkat harga minyak mentah dunia sepanjang bulan Juli nanti seperti:

  1. Pulihnya permintaan minyak dari konsumen terbesar dunia yaitu China setelah pada awal Juni telah membuka lockdown di beberapa kota besar negeri tersebut pasca terpapar covid-19.
  2. Resiko menurunnya pasokan global setelah sebuah laporan menunjukkan bahwa produsen utama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab tidak dapat meningkatkan produksi secara signifikan dalam waktu dekat untuk memenuhi permintaan yang pulih. Seperti diketahui sebelumnya, OPEC dan OPEC+  diperkirakan akan mempertahankan tujuan saat ini untuk meningkatkan produksi sebesar 648 ribu barel per hari pada bulan Juli dan Agustus.
  3. Berlanjutnya perang di Ukraina akan memicu negara barat dan AS meningkatkan sanksi ekonomi terhadap negara Rusia dan Belarusia.
  4. Isyu upaya internasional  untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir dengan Iran.