Kospi 1 Juli Anjlok ke Terendah 20 Bulan, Defisit Perdagangan Korsel Capai Rekor Tertinggi

231

(Vibiznews – Indeks) – Bursa saham Korea Selatan merosot untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan hari Kamis (30/6/2022). Indeks Kospi anjlok ke  posisi terendah dalam 20 bulan  oleh aksi jual 638 saham, dan terpantau masih ada sekitar 238 saham yang menguat.

Secara mingguan Kospi kembali melemah untuk 3 pekan berturut dengan penurunan 1,17% pekna ini.

Kospi semakin terpuruk di tengah kekhawatiran resesi ekonomi  global dan pertumbuhan ekonomi Korea Selatan akan melambat tajam. Defisit perdagangan Korea Selatan dilaporkan mencapai rekor tertinggi pada semester pertama tahun ini di tengah krisis energi global.

Investor juga khawatir bahwa harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti AS, ukuran pertumbuhan inflasi, tidak cukup melambat pada periode bulan Mei lalu untuk mengurangi kegelisahan pasar tentang kenaikan suku bunga agresif Federal Reserve.

Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) ditutup turun 45,35 poin atau 1,91 persen menjadi 2.332,64, terendah sejak 2 November 2020. Sementara itu untuk indeks Kospi200 berjangka  tertekan 3,18  poin atau 1,04% ke posisi 304.02, setelah sempat naik ke posisi tertinggi 310.65 dan sempat turun ke posisi terendah di 301.95.

Saham kapital besar yang tertekan seperti saham raksasa pasar Samsung Electronics turun  1,4 persen ke level terendah baru 52 minggu, saham pembuat chip No. 2 SK hynix turun 3,85 persen ke level terendah baru tahunan, saham raksasa baterai LG Energy Solution turun 3,91 persen  dan saham produsen mobil terkemuka Hyundai Motor turun 0,28 persen.