Harga Tembaga Terendah 17 Bulan

194

(Vibiznews – Commodity) Harga tembaga turun ke terendah 17 bulan pada hari Jumat. Penyebabnya data inflasi tinggi membawa kekhawatiran akan resesi sehingga permintaan logam industri turun.   

Harga tembaga kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 3.1% menjadi $7,999 per ton. Pada permulaan pasar sempat ke harga terendah sejak Februari 2021 di $7,955.  

Harga tembaga turun 20.4%. Penurunan  empat minggu berturut-turut penurunan mingguan terendah sejak 2011. Pada minggu ini turun 4.3%.  

Kekhawatiran akan terjadi resesi mempengaruhi pasar logam industri. Inflasi di Eropa mencapai rekor tertinggi di bulan Juni mendorong ECB menaikkan suku bunga. Kenaikan suku bunga dari Bank Sentral menyebabkan lambatnya perekonomian.  

Indeks dolar AS menguat pada hari Jumat sehingga harga komoditas diluar AS turun.   

Laporan manufacturing Cina pada bulan Juni tercepat 13 bulan. Data ini tidak dapat menahan turunnya logam industri, karena kekhawatiran resesi lebih besar pengaruhnya.   

Data-data aktivitas pabrik pada hari Jumat di AS dan Uni Eropa menunjukkan perlambatan ke terendah dari sebelum pandemic covid.  

Harga logam industri lain : 

  • Harga aluminium turun 0.8% menjadi $2,425 per ton. Turun untuk enam minggu berturut-turut. Minggu ini turun 1%. 
  • Harga zinc turun 4.2% menjadi $3,025 terendah sejak Oktober 2021. Harga mingguan turun 9% 
  • Harga nikel turun 1.3% menjadi $22,395  
  • Harga Lead turun 0.1% menjadi $1,906.50 
  • Harga Timah naik 0.8% menjadi $26,655. 

Analisa tehnikal untuk tembaga dengan support pertama di $7,847 dan berikut ke $7,404 sedangkan resistant pertama di $8,824 dan berikut $9,267.  

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting