IHSG Senin Siang Merosot Tajam 2,5% ke Level 6.622; Sektor Teknologi dan Transport -3% Lebih

159
Vibizmedia Photo

(Vibiznews – IDX) – Dalam perdagangan bursa saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Senin siang ini (4/7) terpantau berakhir melemah tajam 171,875 poin (2,53%) ke level 6.622,453 setelah dibuka turun ke level 6.689,428. IHSG tertekan di hari keenamnya, sementara bursa kawasan Asia siang ini mixed di tengah investor mencari arah pasar berikutnya serta mencermati Wall Street yang ditutup rebound di akhir pekan lalu.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) siang ini terpantau melemah 0,17% atau 25 poin ke level Rp 14.962, dengan dollar AS di pasar uang Asia bergerak tertahan setelah menanjak di sesi global sebelumnya; bertahan sebagai pilihan safe haven di tengah investor mengkhawatirkan pelambatan pertumbuhan ekonomi global. Rupiah melemah dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 14.937, terpantau berada di level 21 bulan lebih terendahnya.

Mengawali perdagangannya, IHSG melemah signifikan 104,900 poin (1,54%) ke level 6.689,428. Sedangkan indeks LQ45 turun 17,578 poin (1,80%) ke level 956,750. Siang ini IHSG melemah tajam 171,875 poin (2,53%) ke level 6.622,453. Sementara LQ45 terlihat turun 2,81% atau 27,335 poin ke level 946,993.

Siang ini semua dari sebelas sektor tampak mengalami pelemahan. Sektor yang mencatat penurunan tertinggi adalah sektor technology yang merosot 3,75%, diikuti sektor transport yang turun 3,38%.

Tercatat sebanyak 78 saham naik, 485 saham turun dan 113 saham stagnan. Perdagangan saham termasuk moderat dengan frekuensi perdagangan saham tercatat 795.508 kali transaksi sebanyak 13,408 miliar lembar saham senilai Rp 7,577 triliun.

Sementara itu, bursa regional siang ini terlihat mixed, di antaranya Nikkei yang menanjak 0,51%, dan Shanghai yang turun 0,59%.

Sejumlah saham yang masuk jajaran top losers antara lain Bank Jago (ARTO) -6,74%, Bank BNI (BBNI) -4,46%, Bank Mandiri (BMRI) -3,62%, dan Unilever (UNVR) -2,90%.

Analis Vibiz Research Center melihat pergerakan bursa kali ini bergerak bearish di hari keenamnya, sementara bursa kawasan Asia mixed di tengah investor mencari arah berikutnya serta mencermati Wall Street yang ditutup rebound. Berikutnya IHSG kemungkinan akan berupaya mengurangi loss karena sudah sangat memasuki area oversold-nya yang dalam, dengan tetap mengacu kepada fundamental bursa kawasan. Resistance mingguan saat ini berada di level 7.070 dan 7.258. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.597, dan bila tembus ke level 6.523.

 Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting Group