Rekomendasi GBP/USD Mingguan 4 – 8 Juli 2022: Tidak Ada yang Menghentikan Penurunan?

431

(Vibiznews – Forex) Konsolidasi bearish belakangan ini kembali menyemangati para penjual GBP, yang tetap sigap menekan dan memukul GBP/USD ke kerendahan selama dua minggu di bawah 1.2000. Poundsterling Inggris turun lebih dari 200 pips selama seminggu pada perdagangan minggu lalu, merenggut pemulihan yang sebentar terjadi pada minggu sebelumnya. Pasar pada minggu ini memandang kepada risalah pertemuan FOMC the Fed bulan Juni dan laporan pekerjaan Non-Farm Payrolls AS untuk arah pergerakan GBP/USD yang baru.

Pergerakan GBP/USD Minggu Lalu

Memulai minggu yang baru pada minggu lalu di 1.2271, GBP/USD tertekan turun. Pada hari Selasa turun ke bawah 1.2200 dan pada hari Rabu turun mengarah ke 1.2100. Sekalipun pada hari Kamis sempat naik sedikit ke 1.2153. Pada hari Jumat kembali turun ke bawah 1.2100 dan mengarah ke 1.2000 di sekitar 1.2012, karena lingkungan pasar yang enggan terhadap resiko. Sentimen pasar yang “risk-off” telah membuat dollar AS yang safe-haven mengalami dorongan naik yang kuat yang menekan turun GBP/USD. Namun menjelang akhir perdagangan sesi AS, GBP/USD berhasil naik kembali ke 1.2096, setelah keluarnya data ISM manufaktur AS yang lebih rendah daripada yang diperkirakan sehingga membuat kekuatan dollar AS berkurang.

Pada hari Senin, GBP/USD berhasil naik ke teritori positip dan diperdagangkan di sekitar 1.2288 setelah sebelumnya kehilangan daya tariknya dan turun ke sekitar 1.2258. Investor tetap berhati-hati dengan mereka menunggu hasil pemungutan suara dari anggota parlemen Inggris yang akan bisa membuka pintu kepada perubahan unilateral terhadap kesepakatan perdagangan setelah Brexit.

Anggota Parlemen Inggris akan membuat pemungutan suara mengenai peraturan yang akan mengijinkan digantinya sebagian dari kesepatan Brexit mengenai Pelabuhan dan menghapus pemeriksaan terhadap barang-barang yang memasuki Irlandia Utara dari bagian Inggris lainnya. Sementara Uni Eropa menyuarakan oposisi terhadap usulan peraturan yang akan diterapkan dan mengatakan bahwa hal itu melanggar hukum internasional. Sementara menurut BBC, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pada hari Senin bahwa dia akan membuat peraturan ini menjadi undang-undang pada akhir tahun apabila saat ini disetujui oleh parlemen.

Arus resiko tetap mendominasi pasar pada permulaan perdagangan di minggu yang baru dengan indeks saham FTSE 100 Inggris naik 0.7% dalam sehari. Sementara indeks saham berjangka AS naik antara 0.4% sampai 0.75%.

Pada hari Selasa, Pasangan matauang GBP/USD melanjutkan pergerakan harga yang “sideways” diperdagangkan di sekitar 1.2199.

Penurunan harga-harga komoditi belakangan ini membuat keprihatinan akan kenaikan inflasi lebih lanjut berkurang dan memaksa para investor untuk menilai ualng prospek kenaikan tingkat bunga yang agresif dari the Fed.

Hal ini ditambah lagi dengan sentimen pasar yang umumnya positip, menekan dollar AS yang safe-haven sehingga menopang GBP/USD. Namun kenaikan GBP/USD tidak dapat berlanjut dengan dollar AS mulai dapat mengumpulkan kembali kekuatannya pada jam perdagangan sesi AS.

Tekanan turun terhadap GBP/USD bertambah dengan mandeknya perundingan Inggris dengan Uni Eropa mengenai protokol Irlandia Utara dalam kesepakatan Brexit.

Dalam perkembangan terbaru, House of Common Inggris pada hari Senin mengambil pemungutan suara untuk menggolkan undang-undang yang akan secara unilateral membatalkan sebagian dari kesepakatan Brexit pada tahun 2020 dengan hasil 295 setuju melawan 221 tidak setuju. Sementara Uni Eropa telah memberikan peringatan bahwa hal tersebut melanggar hukum internasional dan tindakan hukum sedang dijalankan.

Pada hari Rabu, GBP/USD turun ke arah 1.2100 di sekitar 1.2120 di tengah keengganan terhadap resiko dan menguatnya dollar AS. Investor tetap kuatir karena ancaman resesi dan masalah Brexit.

Tertekan oleh arus safe-haven dan menguatnya dollar AS, GBP/USD telah kehilangan daya tariknya dan jatuh di bawah 1.2200 pada awal perdagangan hari Rabu pagi.

Di dalam survey Consumer Confidence AS bulanan, Conference Board pada hari Selasa mengumumkan bahwa ekspektasi inflasi konsumen satu tahun meningkat menjadi 8% di bulan Juni dari sebelumnya 7.5% pada bulan Mei.

Sebagai respon awal dari laporan ini, indeks saham utama di bursa Wall Street jatuh tajam dan dollar AS berhasil mengumpulkan kekuatannya menghadapi rival-rival utamanya. Menurut FedWatch Tool dari CME Group, pasar meningkatkan kemungkinan kenaikan tingkat bunga sebesar 75 bps pada bulan Juli menjadi 87%.

Sementara itu, para investor menahan diri untuk bertaruh bahwa poundsterling akan pulih setelah adanya persetujuan dari pemerintah Inggris atas undang-undang yang akan mengijinkan mereka untuk secara unilateral membuang sebagian dari kesepakatan perdagangan post-Brexit dengan Uni Eropa.

Atmosfir keengganan terhadap resiko di pasar terlihat dengan turunnya indeks saham FTSE 100 Inggris lebih dari 0.5% pada jam perdagangan sesi Eropa.

Pada hari Kamis, GBP/USD berhasil berbalik naik ke sekitar 1.2153 dengan yields treasury AS jatuh tajam karena data inflasi AS yang keluar sedikit lebih rendah dari pada yang diperkirakan. Indeks dollar AS langsung berbalik turun dan kehilangan sebagian besar dari keuntungan hariannya.

Sebelumnya pada awal perdagangan sesi AS, GBP/USD sempat mengalami saat yang sulit untuk memperoleh daya tariknya dan diperdagangkan turun mengarah 1.2100 di sekitar 1.2108 dengan dollar AS berbalik menguat karena lingkungan pasar yang enggan terhadap resiko.

Tingkat inflasi yang tinggi pada ekonomi Inggris telah mengurangi nilai uang yang diterima para rumah tangga. Pendapatan riil mereka berkurang banyak sehingga tidak diragukan lagi, Bank of England akan mengusahakan untuk mengumumkan lebih banyak kenaikan tingkat suku bunga ke depannya. Fokus ke depannya akan ada pada angka GDP untuk kuartal pertama yang diperkirakan akan stabil di 0.8% per kuartal dan 8.7% per tahun.

Pada perdagangan sesi AS hari Jumat, GBP/USD sempat jatuh ke bawah 1.2000 sebelum akhirnya berhasil naik kembali dan diperdagangkan di sekitar 1.2016.

GBP/USD turun ke bawah 1.2000 dengan dollar AS menguat naik kembali mendekati ketinggian selam 20 tahun di atas 105. Namun GBP/USD berhasil bangkit dan naik ke atas 1.2000 ke 1.2096 setelah keluarnya data ISM manufaktur AS yang lebih rendah daripada yang diperkirakan sehingga membuat kekuatan dollar AS berkurang.

ISM mengatakan bahwa PMI manufaktur AS bulan Juni turun ke 53% dari sebelumnya pada bulan Mei di 56.1. Selain itu angka ini juga lebih rendah daripada yang diperkirakan pasar di 54.6%.

Forum Bank Sentral dari ECB di Sintra Tidak Menolong GBP

Minggu lalu diadakan Forum Bank Sentral dari ECB di Sintra, Portugal selama 3 hari yang berakhir pada hari Rabu minggu lalu. Gubernur BoE Andrew Bailey, Presiden ECB Christine Lagarde, dan ketua the Fed Jerome Powell ikut berpartisipasi di dalam pembicaraan mengenai outlook kebijakan bank sentral.

Diskusi tersebut menyoroti perbedaan yang bertolak belakang antar bank sentral, dengan hanya tinggal the Fed yang melekat kepada sikap hawkish-nya yang memprioritaskan pengontrolan terhadap inflasi ketimbang pertumbuhan ekonomi.

Sikap Powell ini tidak diikuti oleh Bailey maupun Lagarde. Perbedaan yang bertolak belakang antara kebijakan moneter the Fed yang hawkish dengan kebijakan moneter BoE akan menambah tekanan turun terhadap pasangan matauang GBP/USD.

Penggerak Pasar GBP/USD Minggu Ini

Pada minggu ini, tema “risk-off” di pasar kemungkinan akan terus berlanjut dengan mengintipnya ketakutan akan resesi yang akan membebani pasangan matauang GBP/USD turun mengarah ke kerendahan baru pada tahun ini. Disparitas dari kebijakan moneter antara the Fed dengan BoE akan bisa juga berdampak signifikan secara negatip terhadap pasangan matauang ini. The Fed akan merilis risalah pertemuannya bulan Juni pada hari Rabu.

Pada hari Senin, tidak ada data makro ekonomi yang keluar baik dari Inggris maupun dari AS dengan AS sedang menikmati liburan memperingati Independence Day.

Pada hari Selasa, dari AS akan keluar angka Factory Orders. Sementara dari Inggris akan keluar Services Purchasing Managers’ Index (PMI) Inggris Juni yang diperkirakan muncul sama dengan sebelumnya di 53.4

Pada hari Rabu, dari AS akan keluar data PMI Jasa AS dari ISM dan data yang sangat penting dan dinantikan pasar yaitu risalah pertemuan FOMC the Fed bulan Juni. Sementara dari Inggris akan keluar data ekonomi Construction Purchasing Manager’s Index (PMI) Inggris yang diperkirakan meningkat dari sebelumnya 56.4 menjadi 57.3.

Pada hari Kamis, para trader akan mulai bergerak mengarah kepada laporan NFP AS dengan lebih dahulu mengamati keluarnya data pekerjaan swasta AS dari ADP menjelang dikeluarkannya Jobless Claims AS mingguan. Sementara itu dari Inggris akan dipublikasikan Halifax House Price Index Inggris Juni M/M yang diperkirakan turun dari 1% menjadi 0.8%.

Pada hari Jumat fokus semua trader dan investor pada hari Jumat tetap pada laporan pasar pekerjaan AS – Nonfarm Payrolls bulan Juni yang diperkirakan menurun tajam dari sebelumnya penambahan 390.000 pekerjaan menjadi penurunan sebanyak 229.000 pekerjaan.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di 1.2090 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2050 dan kemudian 1.2000. “Resistance” terdekat menunggu di 1.2120 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke 1.2170 dan kemudian 1.2200.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

 

Editor: Asido