Harga Kakao Di London Tertinggi 1 Minggu

151
kakao, cocoa

(Vibiznews – Commodity) – Harga kakao pada penutupan pasar hari Rabu  naik. Harga kakao di London naik ke harga tertinggi  1 minggu.  Harga kakao naik karena  hujan deras turun di Ivory Coast menghalangi  pengiriman hasil panen petani. 

Harga kakao September di ICE New York naik $41 (1.77%) menjadi $2,356 per ton dan harga kakao September di ICE London naik 2.03%.   

Pada hari Rabu harga kakao naik kembali, hujan deras turun di Ivory Coast petani tidak dapat ke perkebunan untuk mengirim hasil panen biji kakao.   

Melemahnya GBPUSD ke terendah 2 ¼ year membuat harga kakao naik.  

Harga kakao naik karena persediaan di Ivory Cost turun.  Laporan pemerintah Ivory Coast bahwa petani mengirim 2.29 MMT kakao ke pelabuhan dari 1 Oktober –3 Juli turun 1.3% dari tahun lalu.   

Pada hari Selasa pagi, Harga kakao di New York terendah 11 ½ bulan dan di London terendah 1 ¾ bulan. Menguatnya indeks dolar AS ke tertinggi 20 tahun sehingga menurunkan harga kakao.  

Kekhawatiran karena kenaikan inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang turun membuat permintaan kakao turun. The International Cocoa Organization pada  tanggal 16 Juni   mengeluarkan data bahwa meningkatnya inflasi membuat konsumsi yang tidak penting dan  barang mewah termasuk kakao akan berkurang 

Persediaan kakao meningkat merupakan faktor penurunan harga kakao. Persediaan kakao meningkat di ICE pada 9 Juni   ke jumlah tertinggi 10 ½ bulan menjadi 5.817 juta kantong. 

Harga kakao      naik  karena Laporan ICCO pada 1 Juni bahwa cuaca dan hama tidak mempengaruhi produksi pada tahun ini, tetapi yang mempengaruhi biaya pengangkutan dan harga pupuk. The ICCO mengatakan kekurangan pupuk membuat kuantitas dan kualitas dan ukuran dari biji kakao berkurang pada tahun depan. 

Turunnya persediaan di Nigeria, negara produsen kakao terbesar ke empat di dunia membuat harga kakao naik   pada hari Senin lalu Nigeria mengumumkan ekspor bulan Mei  turun  46% dari tahun lalu menjadi 12,497 MT. 

Pada 28 Februari The International Cocoa Organization (ICCO) memperkirakan produksi kakao global 2021/22 turun 5.2% dari tahun lalu menjadi 4.955 MMT dari rekor tahun 2020/21 di 5.226 MMT. ICCO juga memperkirakan pasar kakao global menjadi defisit – 181,000 MT dari surplus 215,000 di 2020/21. 

Analisa tehnikal untuk kakao support pertama di $2,260  dan berikut di $2,200 sedangkan resistant pertama di $2,400 dan berikut di $2,430 

Loni T / Senior Analyst Vibiz Research Centre Division, Vibiz Consulting