Rekomendasi Emas 7 Juli 2022: Masih Tertekan Kuatnya USD & Grafik yang Bearish

633

(Vibiznews – Commodity) Harga emas kembali turun pada awal perdagangan sesi AS hari Rabu, menyentuh kerendahan selama 8 ½ bulan. Harga emas terus tertekan oleh karena menguatnya dollar AS yang menyentuh ketinggian selama 20 tahun pada minggu ini. Selain itu, grafik tehnikal jangka pendek emas juga sepenuhnya bearish sehingga memicu para trader yang berbasiskan grafik tehnikal untuk bermain di sisi jual pada pasar berjangka.

Emas berjangka kontrak bulan Agustus turun $30.20 ke $1,735.30 per troy ons. Sementara perak berjangka Comex bulan September naik $0.024 ke $19.145 per ons.

Pasar saham global bervariasi dalam perdagangan semalam dengan saham-saham Eropa kebanyakan naik sementara saham-saham Asia kebanyakan turun. Indeks saham AS mengarah turun pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Kekuatiran akan inflasi dan resesi masih menekan minat terhadap resiko dari para trader dan investor, meskipun indeks saham AS sempat rebound dari level harga yang lebih rendah pada hari Selasa kemarin dan ditutup dengan sedikit keuntungan.

Kelihatannya ketakutan akan resesi saat ini sedang mengalahkan ketakutan akan inflasi, yang terlihat dari aksi jual besar-besaran pada banyak pasar komoditi berjangka pada hari Selasa, dipimpin oleh kejatuhan dari harga minyak mentah Nymex sekitar $9 per barel.

Support & Resistance

“Support” terdekat menunggu di $1,732 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,724 dan kemudian $1,700.

“Resistance” terdekat menunggu di $1,756 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,771 dan kemudian $1,792.

Ricky Ferlianto/VBN/Head Research Vibiz Consulting

Editor: Asido