Capital Inflow, Rupiah Rebound; Akan ke Mana? — Domestic Market Outlook, 1-5 August 2022 by Alfred Pakasi

429

(Vibiznews – Editor’s Note) – Pasar investasi domestik pada minggu lalu diwarnai dengan sejumlah isyu, di antaranya:

  • Di pasar keuangan berbalik terjadi capital inflow dengan BI mencatat sepekan sekitar Rp4,6 triliun, yang membangkitkan rupiah dari tekanan 7 minggu berturut-turut sebelumnya.
  • Lembaga Pemeringkat JCR kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating RI pada BBB+ (Investment Grade) dengan outlook
  • OJK menyatakan fungsi intermediasi menunjukkan pertumbuhan sejalan dengan peningkatan perekonomian domestik.

Minggu berikutnya, isyu antara prospek pemulihan ekonomi dalam dan luar negeri, akan kembali mewarnai pergerakan pasar. Seperti apa dinamika pasar hari-hari ini? Berikut detail dari Vibiznews Domestic Market Review and Outlook 1-5 August 2022.

===

Minggu lalu IHSG di pasar modal Indonesia terpantau menguat di minggu keduanya, berada di level sebulan tertingginya, terpicu oleh rilis kinerja emiten kuartal II -terutama sektor perbankan- yang mengesankan. Sementara itu, bursa kawasan Asia umumnya terkoreksi. Secara mingguan IHSG ditutup menguat 0,93%, atau 64,161 poin, ke level 6.951,123. Untuk minggu berikutnya (1-5 Agustus 2022), IHSG kemungkinan diintip profit taking karena sudah di sekitar overbought jangka pendeknya, dengan mencermati sentimen bursa regional sepekan depan. Secara mingguan, IHSG berada antara resistance di level 7.070 dan 7.258. Sedangkan bila menemui tekanan jual di level ini, support ke level 6.778, dan bila tembus ke level 6.559.

Mata uang rupiah terhadap dollar AS pekan lalu rebound kuat dari bearish 7 minggunya, dengan lompat tajam di hari terakhir pasarnya, didukung oleh berbaliknya ke capital inflow di pasar SBN, sehingga rupiah secara mingguannya berakhir menguat 1,21% ke level Rp 14.835. Sementara, dollar global lanjut terkoreksi dari posisi 20 tahun tertingginya. Kurs USD/IDR pada minggu mendatang diperkirakan akan berupaya balik menanjak, atau kemungkinan rupiah sempat terkoreksi karena mendadak overbought, dalam range antara resistance di level Rp15.033 dan Rp15.153, sementara support di level Rp14.787 dan Rp14.727.

Harga obligasi rupiah Pemerintah Indonesia jangka panjang 10 tahun terpantau berakhir menguat terbatas secara mingguannya, terlihat dari pergerakan turun yield obligasi dan berakhir ke 7,197% pada akhir pekan. Ini terjadi di tengah berbaliknya ke aksi beli investor asing di SBN. Sementara yields US Treasury bergerak menurun di minggu ketiganya.

===

Lembaga Pemeringkat Japan Credit Rating Agency, Ltd. (JCR) kembali mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada BBB+ (Investment Grade) dengan outlook stabil pada 27 Juli 2022. Keputusan ini mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat seiring permintaan domestik yang membaik, utang pemerintah yang terkendali, dan daya tahan eksternal yang didukung oleh akumulasi cadangan devisa.

OJK menyatakan fungsi intermediasi menunjukkan pertumbuhan sejalan dengan peningkatan perekonomian domestik. Di sektor perbankan, fungsi intermediasi pada Juni 2022 meningkat dengan kredit tumbuh sebesar 10,66% yoy didorong pertumbuhan pada kredit korporasi dan konsumsi.

Secara sektoral, mayoritas sektor utama kredit mencatatkan kenaikan dengan kenaikan terbesar pada sektor manufaktur sebesar 38,3% mtm dan sektor pertambangan sebesar 23,5% mtm.

Berdasarkan data transasksi 25 – 28 Juli 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik beli neto Rp4,60 triliun terdiri dari beli neto Rp3,28 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp1,32 triliun di pasar saham.

===

Bagi Anda yang mungkin baru sempat kembali beraktivitas lagi dalam dinamika pasar investasi disarankan untuk pelajarilah dahulu situasi pasar secara hati-hati. Sikap “hati-hati” adalah kata kunci dalam berivestasi. Investasi itu bukan asal tebak, untung-untungan, atau sikap ‘semoga kali ini benar’. Investasi seutuhnya meliputi analisis, pengetahuan, pengalaman, pendalaman isyu, modal yang memadai, manajemen risiko, penguasaan psikologi, serta juga intuisi professional. Kombinasi ini semua membuat investor sukses berkarakteristik berhati-hati. Hati-hati tetapi berani mengambil keputusan sesuai dengan pertimbangan matangnya. Kalau perlu bantuan, gabung saja lagi dengan kami yang adalah partner sukses investasi Anda, pembaca setia Vibiznews!

Alfred Pakasi/VBN/MP Vibiz Consulting